Tangguh Yudha
, Jurnalis-Kamis, 21 Mei 2026 |21:37 WIB

Ekspor RI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS belum memberikan akibat signifikan terhadap keahlian ekspor produk imajinatif Indonesia.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria mengatakan secara teori pelemahan Rupiah sebenarnya dapat membikin nilai produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Namun, dampaknya belum dapat dirasakan dalam waktu singkat.
"Secara teoritis memang dengan pelemahan Rupiah harusnya nilai peralatan kita harusnya lebih bersaing. Tapi ini kan pelemahan Rupiah baru seminggu ini lah ya, dampaknya kan belum terlihat. Mungkin jika teman-teman melakukan aktivitas ekspor, mungkin dua bulan alias tiga bulan ke depan baru bisa terlihat dampaknya," katanya.
Menurutnya, kesempatan peningkatan ekspor bakal lebih besar bagi produk imajinatif nan menggunakan bahan baku lokal. Sebab, produsen tidak terlalu terdampak kenaikan biaya impor akibat pelemahan kurs.
Ari menilai produk imajinatif berbasis bahan baku lokal mempunyai kesempatan berkembang lebih besar di tengah kondisi nilai tukar saat ini. Hal tersebut dinilai menjadi momentum bagi UMKM untuk memperluas pasar ekspor, khususnya pada produk imajinatif dan kerajinan berbasis lokal.
"Kalau produk-produk nan berbahan baku import mungkin bakal susah juga untuk meningkatkan ekspor, lantaran kenaikan harganya bakal tergerus dengan kenaikan nilai nahan baku impor. Kalau ini kan 100% lokal, jadi mungkin harusnya bisa berkembang lagi ke depan," lanjutnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·