
Kemenag menggelar Short Course Penguatan Kapasitas Penghulu dan Pejabat Kepenghuluan di Yogyakarta, 21 Agustus 2026.
JAKARTA - Penghulu mempunyai peran strategis sebagai perawat umat di tengah transformasi jasa Kantor Urusan Agama (KUA). Peran penghulu tidak lagi cukup dipahami sebatas pencatat peristiwa nikah, tetapi juga sebagai tokoh jasa keagamaan nan merawat keluarga, masyarakat, dan nilai kebangsaan.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, mengatakan penghulu berada pada posisi nan sangat dekat dengan kehidupan umat.
“Karena itu, penghulu dituntut mempunyai kepekaan sosial, keluasan ilmu, dan keahlian membaca perubahan agar jasa KUA betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya saat Short Course Penguatan Kapasitas Penghulu dan Pejabat Kepenghuluan di Yogyakarta, Jumat (21/8/2026).
Menurut Zayadi, transformasi KUA hanya bakal berakibat jika ditopang oleh penghulu nan bisa datang sebagai pelayan sekaligus pendamping masyarakat. Penghulu kudu bisa menjaga keseimbangan antara tugas administratif, tanggung jawab keagamaan, dan peran sosial di tengah umat.
“Kita ini pelayan, bertindak sebagai perawat umat. Tugas kita adalah merawat bangsa, melayani umat, dan merawat umat di tengah dinamika masyarakat nan terus berubah,” ujar Zayadi.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin muslim lainnya
15 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·