
Kemenag RI melatih ratusan siswa madrasah dan sekolah menjadi edukator untuk mendukung pencegahan pernikahan anak.
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melatih ratusan siswa madrasah dan sekolah menjadi edukator sebaya untuk mendukung pencegahan pernikahan anak. Pembinaan tersebut dilakukan melalui program Peer Educator nan berjalan sejak 2024 hingga 2026.
Mereka dibekali pengetahuan dan keahlian untuk menyampaikan edukasi kepada kawan sebaya mengenai persoalan nan dekat dengan kehidupan remaja, khususnya akibat dan akibat pernikahan anak. Mereka mengikuti seleksi dan pembinaan sebelum menjalankan peran sebagai edukator sebaya.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa pendekatan sebaya krusial lantaran remaja condong lebih mudah menerima pesan dari kawan seusianya. Komunikasi nan setara membikin edukasi lebih mudah dipahami serta membuka ruang bagi remaja untuk membicarakan persoalan nan mereka hadapi.
“Program Peer Educator ini datang lantaran kami di Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, meyakini satu perihal penting: bahwa bunyi sebaya sesungguhnya lebih mudah didengar oleh sebaya,” ujar Abu Rokhmad saat aktivitas Peer Educator di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026).
“Adik-adik tidak hanya bakal dibekali dengan pengetahuan tentang ancaman dan akibat pernikahan usia anak, tentang kesehatan reproduksi, tentang hak-hak anak, maupun tentang keahlian komunikasi dan konseling sebaya,” sambungnya.
Abu Rokhmad meminta para Peer Educator menjadi pendengar nan baik bagi teman-temannya. Mereka diharapkan bisa datang ketika kawan sebaya mengalami tekanan, menghadapi persoalan keluarga, alias mendapat dorongan untuk menikah pada usia nan belum semestinya.
“Jadilah pendengar nan baik bagi teman-teman kalian. Jadilah sahabat nan datang ketika ada kawan nan mulai ragu, nan mulai tertekan oleh keadaan, alias apalagi nan mulai dijodohkan alias diarahkan untuk menikah di usia nan belum semestinya,” tuturnya.
Ia juga meminta para edukator menyampaikan pesan dengan bahasa nan dekat dengan kehidupan remaja. Menurutnya, pembinaan tidak sekadar bermaksud memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu remaja memandang pilihan dan masa depan nan lebih baik.
32 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·