Kejaksaan Agung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di instansi Badan Gizi Nasional nan berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026). Hal itu dikonfirmasi oleh Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mochamad Jeffry kepada wartawan.

"Penyidik pidsus (Jaksa Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) Kejaksaan Agung betul melakukan geledah di instansi BGN," katanya.

Namun demikian, belum ada penjelasan secara perinci perihal tujuan penggeledahan tersebut.

Kemarin, Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari pertimbangan dan penguatan penyelenggaraan program prioritas pemerintah. Kepala BGN nan sebelumnya dijabat oleh Dadan Hindayana sekarang digantikan oleh Nanik S. Deyang.

Keputusan itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.

Prasetyo menyampaikan pergantian ini diambil Prabowo setelah mengevaluasi keahlian BGN selama satu separuh tahun alias sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir sejak awal 2025.

"Badan Gizi Nasional mempunyai peran nan sangat strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bagian peningkatan kualitas gizi masyarakat. Tugas ini menuntut tata kelola nan kuat, koordinasi lintas sektor nan efektif, serta kepemimpinan nan bisa memastikan seluruh program melangkah tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas," ujar Prasetyo dalam konvensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Prasetyo menjelaskan Prabowo menerima beragam masukan dari kementerian dan lembaga terkait, masyarakat, serta para penerima faedah program MBG. Berdasarkan evaluasi, Prabowo memutuskan mengganti ketua BGN.

Selain Kepala BGN Dadan Hindayana, dua wakil Kepala BGN ialah Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya juga diganti. Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN nan baru, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Pemerintah berambisi jejeran ketua baru BGN bisa segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah wilayah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

"Dengan kepemimpinan nan baru, kita berambisi penyelenggaraan program-program prioritas dapat semakin dipercepat, keahlian organisasi semakin baik, tata kelola semakin kuat. Serta faedah nan dirasakan masyarakat semakin nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia," kata Prasetyo.

Dia menegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak bakal mengganggu jalannya seluruh program BGN, khususnya program MBG nan menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News