Kejagung Ungkap Alasan Motor Listrik MBG Pengadaan Era Dadan Tak Disita

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pihaknya tak bakal menyita motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan diadakan pada kepemimpinan eks Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana beserta wakilnya Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Kejagung mengatakan pihaknya bakal mengawasi produk motor tersebut sebelum dimanfaatkan oleh BGN.

"Untuk motor tidak disita sampai saat ini, hanya disegel untuk kami awasi pergerakannya saja lantaran belum dimanfaatkan BGN," kata Syarief kepada wartawan, Jumat (18/6/2026).

Syarief menyebut motor nan disegel Kejagung bakal dimanfaatkan oleh BGN. Ia menilai langkah tersebut bakal mengurangi kerugian nan dialami negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, jadi tidak tambah rugi negaranya," ujar Syarief.

Dikonfirmasi terpisah, Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menyebut pihaknya tetap dalam posisi melakukan penyegelan. Anang mengatakan motor listrik itu ke depannya bakal digunakan oleh BGN dengan sepengetahuan penyidik.

"Kejaksaan memang menyegel dengan tujuan untuk mendata keberadaan motor-motor tersebut dan nantinya dapat digunakan oleh pihak BGN untuk operasional. Namun dalam perihal ini penggunaannya alias pergerakan kudu sepengetahuan penyidik," kata Anang.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari sebelumnya berbincang soal nasib motor listrik nan dianggarkan saat kepemimpinan eks Kepala BGN Dadan Hindayana. Arumsari menyebut produk nan sudah dianggarkan oleh negara semestinya bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

"Iya, kelak gini kami bakal meminta info juga ke Kejaksaan ya, lampau poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan hanya motor nih. Semua nan sudah dibelanjakan di 2025, termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan, ya. Ini bukan hanya untuk untuk motor lah itu kelak mungkin ada kebijakan tertentu," kata Arumsari di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia mengatakan aset nan telah dibelanjakan menggunakan duit negara kudu dimaksimalkan. Menurut dia, anggaran dengan output serupa tak lagi ditemukan pada tahun berikutnya.

"Tapi poinnya nggak hanya itu, tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT (Internet of Things), CCTV dan sebagainya nan sudah memang sudah terlanjur dibayar dimaksimalkan. Nah, itu salah satu langkah juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya nan bunyinya dan kurang lebih output-nya bakal sama dengan nan 2025 kami bilang no. Itu nggak ada lagi di 2026," ucapnya.

Arumsari menyebut pemanfaatan peralatan nan telah dibeli oleh BGN sebagai salah upaya penyisiran anggaran. Jika tetap ada kekurangan, BGN bakal melengkapi sesuai dengan kebutuhan.

"Tapi prinsip secara umum saya nggak bicara satu-satu sih, kaos kaki lah, motor lah, apa, enggak. Tapi prinsip secara umum nan sudah keluar di 2025, lantaran duit negara sudah keluar kudu kita maksimalkan pemanfaatannya itu," ujarnya.

(dwr/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News