Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto buka bunyi menanggapi soal kesepakatan tenteram Iran dan Amerika Serikat (AS). Adapun, kesepakatan perdamaian ini menjadi berita baik di tengah ketidakpastian global.
Sejalan dengan berita tersebut, nilai minyak bumi mengalami penurunan. Hal ini pun memicu pertanyaan: Apakah nilai bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, contohnya Pertamax dapat kembali turun?
Airlangga menjelaskan kondisi di atas tidak serta merta menurunkan nilai BBM non-subsidi. Dia menjelaskan, publik perlu memandang penerapan kesepakatan perdamaian, termasuk kepastian Selat Hormuz kembali dibuka. Namun demikian, dia berambisi penandatanganan perjanjian tenteram betul-betul dilaksanakan.
"Ya pertama kan penandatanganan harapannya besok (hari ini) betul-betul bisa dilaksanakan. Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap nilai lagi. Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga penerapan daripada perjanjian perdamaian," katanya
Ketika ditanya lebih lanjut soal kepastian kapan penurunan nilai BBM non-subidisi, dia enggan memberikan kepastian. Menurutnya, pemerintah perlu memandang perkembangan nan terjadi.
"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," tegasnya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·