Durasi Banjir Rob Pantura Jateng Memanjang 7 Jam, Warga Siaga

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Durasi Banjir Rob Pantura Jateng Memanjang 7 Jam, Warga Siaga Rumah penduduk di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dikepung banjir rob mengakibatkan satu family susah untuk beraktivitas.(Akhmad Safuan/MI)

MASYARAKAT di sepanjang pesisir utara (Pantura) Jawa Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan tinggi. Berdasarkan info terbaru pada Jumat (19/6), lama air laut pasang alias rob di perairan utara dilaporkan semakin panjang, ialah mencapai 7 jam, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Pemantauan Media Indonesia menunjukkan banjir rob di sejumlah wilayah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, hingga Rembang semakin tidak terkendali. Durasi nan memanjang menyebabkan air tidak kunjung surut, sehingga luapan banjir meluas ke pemukiman dan pusat aktivitas warga.

Peringatan BMKG: Durasi rob sekarang mencapai 7 jam dengan ketinggian maksimum 1 meter. Warga di area pesisir diminta siaga penuh terhadap potensi banjir nan meningkat.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, mengonfirmasi kejadian ini. "Benar, lama rob di perairan utara Jawa Tengah semakin panjang dari sebelumnya. Kini mencapai 7 jam dengan ketinggian maksimum 1 meter," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi ini diperkirakan memperkuat hingga beberapa hari ke depan mengingat dinamika cuaca di awal musim kemarau.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Banjir rob tidak hanya merendam ratusan desa, tetapi juga melumpuhkan urat nadi ekonomi rakyat. Titik-titik vital seperti pasar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga jalan penghubung antarwilayah terendam air. Aktivitas transportasi, bongkar muat di pelabuhan, serta budidaya perikanan darat dan petani garam dilaporkan terganggu total.

Di Kabupaten Pati, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin mengungkapkan akibat kerusakan nan masif. "Berdasarkan data, banjir rob mengakibatkan tanggul jebol ratusan meter dan 400 hektare tambak terendam. Ikan budidaya rakyat lenyap dengan kerugian mencapai ratusan miliar Mata Uang Rupiah," tegasnya.

Langkah Legislatif: Raperda Khusus Rob

Merespons krisis nan kian parah, DPRD Demak mengambil langkah strategis dengan mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan, Penanggulangan, dan Penanganan Banjir Rob. Sekretaris Bapemperda DPRD Demak, Isa Ansori, menyebut patokan ini diperlukan lantaran Perda Penanggulangan Bencana nan ada belum mengatur spesifik soal rob.

"Penyusunan raperda ini adalah komitmen berbareng untuk membantu masyarakat di empat kecamatan terdampak, ialah Sayung, Karangtengah, Wedung, dan Bonang nan kondisinya semakin parah," kata Isa.

Pemerintah wilayah di wilayah Pantura sekarang didesak untuk segera memperbarui peta wilayah rawan rob dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna melakukan mitigasi permanen, termasuk penanganan pengikisan nan menakut-nakuti keselamatan wilayah pesisir secara jangka panjang. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia