Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |17:07 WIB

Kebutuhan Investasi RI Rp8.705 Triliun. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA - Kementerian Keuangan menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bakal pernah cukup untuk mendanai seluruh kebutuhan investasi pembangunan nasional.
Pemerintah memerlukan keterlibatan sektor swasta serta pasar modal guna menyokong beragam proyek strategis, mulai dari infrastruktur, energi, pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga program hilirisasi.
"Satu perihal nan kudu kita sadari berbareng bahwa APBN saja itu tidak pernah cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur, energi, kualitas SDM, hingga hilirisasi," ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Senin (10/8/2026).
Juda memaparkan bahwa dalam rancangan APBN 2027, total kebutuhan investasi Indonesia diproyeksikan melonjak hingga menyentuh nomor Rp8.705 triliun. Dari total kebutuhan tersebut, instrumen APBN diproyeksikan hanya bisa menyerap pendanaan sekitar Rp459 triliun.
Sementara itu, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk di dalamnya kontribusi dari Daya Anagata Nusantara (Danantara), ditargetkan bisa menyokong biaya sekitar Rp330 triliun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·