Bandung, CNN Indonesia --
Empat orang lansia terindikasi mengalami jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) dan kudu dilarikan ke Puskesmas Cidadap, Kota Bandung, akibat terpapar asap kebakaran lahan kosong.
Kebakaran lahan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) itu terjadi sejak Senin (14/9) malam. Tak hanya empat lansia tersebut, total sebanyak 11 orang melaporkan kesehatannya terganggu imbas asap kebakaran.
"Sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 11 orang penduduk masyarakat nan melaporkan kesehatannya ke posko dan empat di antaranya ISPA (akibat terpapar kena asap kebakaran)," ujar Camat Cidadap Maulana saat ditemui di letak kejadian, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maulana mengatakan luas lahan nan terbakar mencapai lebih dari dua hektare lebih. Kebakaran terjadi pada Senin (14/9) sekira pukul 18.45 WIB. Kondisi lahan nan ada pada posisi lereng menyulitkan petugas untuk memadamkan api. Sudah 13 jam, titik api tetap menyala. Ancaman longsor akibat tanah nan labil serta gas metan juga menjadi ancaman petugas.
"Dari semalam tetap aroma gas. Diduga gas metan," katanya.
Maulana menuturkan lebih dari 40 ribu liter dari mobil pemadam sudah digunakan untuk memadamkan api. Namun lantaran letak kebakaran berada di lereng gunung, menyebabkan angin kencang nan kembali memicu titik api.
"Dari info dan saksi, api itu berasal dari bawah lereng. Entah sengaja dibakar alias nan buang rokok, kita tetap dalami penyebabnya," kata dia.
Kepulan asap pun berakibat ke rumah warga, sekolah nan ada di dekat letak kejadian serta Rumah Sakit Salamun, nan berjarak 100 meter dari letak kejadian.
"Asap itu dari kemarin kumpulan asap itu masuk ke wilayah warga. Termasuk ke sekolah. Bahkan ke titik ke Rumah Sakit Salamun," ucapnya.
Mitigasi sementara nan dilakukan Forkompimcam Cidadap ialah membangun posko kesehatan juga posko pengungsian untuk penduduk nan terdampak.
"Kami juga kerja sama dengan kepala sekolah SMP 52 lantaran di bawah ada sekolah, agar anak-anaknya dalam aktivitas KBM hari ini menggunakan masker," katanya.
Maulana menyebut kebakaran ini bukan kali pertama. Sebelumnya kebakaran di lahan tersebut pernah beberapa kali terjadi dan memerlukan pemadamannya hingga lebih dari tiga hari.
"Makanya hari ini dari pemadam all out, gimana caranya agar tidak kecolongan lagi (ada titik api nan tidak dipadamkan). Ini kita sengaja kerjasama ya biar sigap gitu," ucapnya.
(csr/isn)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·