Kebakaran di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sudah memasuki hari ke dua, Selasa (4/8). Petugas tetap berjibaku memadamkan titik api nan berada di tebing kanan Blok Bantengan dengan kemiringan mencapai 80 derajat.
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Ngadas, Sampotono, mengatakan sejak Senin malam tim relawan MPA Ngadas telah bergerak menuju letak kebakaran.
Namun, kondisi medan nan susah dan minimnya pencahayaan membikin proses penanganan baru dapat dilakukan pada Selasa pagi (4/8).
"Titik-titik api sekarang tetap di tebing. Jadi kita susah untuk menjangkau, medannya nggak bisa kita jangkau," ujar Sampotono saat dikonfirmasi, Selasa pagi.
Tim campuran nan terdiri atas petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), BPBD Kabupaten Malang dan Lumajang, TNI-Polri, serta relawan masyarakat sekitar terus berupaya memadamkan api.
Sejauh ini, petugas tetap mengandalkan metode manual dengan memukul titik api menggunakan ranting pohon lantaran letak kebakaran susah dijangkau.
"Untuk antisipasi tentang meluasnya kebakaran, kelak dibantu sama penduduk lokal, khususnya penduduk Desa Ngadas, untuk membikin sekat agar mencegah meluasnya kebakaran," kata Sampotono.
Saat ini, petugas campuran juga berupaya mendatangkan kendaraan nan membawa tandon air beserta selang penyemprot. Metode tersebut dipilih lantaran sumber air berada jauh dari letak titik api.
"Nanti ada sebagian membawa tandon air pakai mesin. Jadi kelak kita selang, kita semprot ke titik apinya," tuturnya.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·