Bansos Terpusat di Kopdes, Zulhas Dorong Peran KDKMP Makin Kuat

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) terus menghadirkan penemuan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan rakyat. Melalui Seminar Nasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Makassar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memaparkan rencana besar pemerintah. Pihaknya siap menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai prasarana utama penggerak ekonomi warga.

Zulhas secara lantang memastikan tata kelola KDKMP bakal diperkuat melalui landasan norma tingkat tinggi. Peraturan ini dirancang untuk memberikan kewenangan penuh bagi Kopdes dalam menyalurkan seluruh support sosial (Bansos) kepada masyarakat.

"September ini saya sedang susun Perpres, Peraturan Presiden, jadi bakal kuat sekali. Nanti Kopdes ini bakal powerfull. Bantuan-bantuan pemerintah kelak adanya di Kopdes, apa contohnya, support sosial dari kemensos seluruhnya ke Kopdes," tegas Zulhas pada keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk menerima support logistik kebutuhan sehari-hari. Pengurus Kopdes bakal mengambil alih tanggung jawab pengedaran secara langsung ke rumah-rumah masyarakat di setiap pelosok desa.

"Pupuk, gas elpiji kemudian pos sampainya di Kopdes. Kantor pos sampai Kopdes, Kopdes nan bakal sampaikan ke rumah-rumah. Jadi setiap desa, selesainya di Koperasi Merah Putih," paparnya.

Skema penyaluran terpusat ini juga mencakup akses permodalan nyata bagi penduduk desa. Berbagai jenis support dari pemerintah, mulai dari perangkat pertanian hingga kucuran dana, bakal bermuara pada satu pintu.

"Penyaluran angsuran lewat Kopdes Merah Putih, bantuan-bantuan alsintan melalui Kopdes. Bantuan apapun dari pemerintah semua melalui Kopdes," tambah Zulhas.

Terobosan mutakhir dari Kemendes ini telah mendapat lampu hijau langsung dari pucuk ketua negara. Kebijakan ini segera direalisasikan demi mewujudkan percepatan kemandirian finansial rakyat bawah.

"Sudah ratas bapak Presiden nan pimpin, bapak Presiden sudah putuskan dalam rapat terbatas nan dipimpin bapak Presiden langsung atas permintaan saya," tegasnya.

Kehadiran akomodasi Kopdes dipastikan turut berfaedah sebagai Offtaker guna melindungi nilai jual komoditas petani setempat. Jika terdapat komoditas hasil panen penduduk nan susah terserap pasar, koperasi siap membelinya secara langsung.

"Dia (Kopdes Merah Putih) juga sebagai off taker. Bulog itu adanya di kabupaten, jadi kelak pembelian gabah itu kelak nan beli Kopdes, sewa penyimpanan Bulog tidak usah ke tempat lain, sewanya di Kopdes," terangnya.

Zulhas kembali meluruskan pandangan keliru mengenai kegunaan koperasi. Infrastruktur ini murni diciptakan sebagai perpanjangan tangan pemerintah nan menguntungkan warga, bukan sekadar pusat perbelanjaan biasa.

"Bayangan orang koperasi itu supermarket, bukan. Kalau jadi prasarana pemerintah, jadi offtaker untungnya banyak, berkembang koperasinya. Ada tematik, ada koperasi pariwisata, terserah, maju dulu. Tapi nan paling inti koperasi itu prasarana pemerintah dan offtaker," jelasnya.

Pada kesempatan nan sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pentingnya kerjasama publik. Seminar nasional KDKMP ini sengaja digelar secara rutin ke beragam wilayah demi menyerap aspirasi penduduk secara langsung.

"Ini menjadi forum publik untuk menyerap aspirasi, usul, saran nan lebih sifatnya konstruktif. Dan ini (Seminar KDKMP) adalah nan kedua nan kami laksanakan. Pertama di Jakarta, ini nan kedua berfaedah Sulawesi Selatan. Besok di Ternate, di Maluku Utara," tegas Yandri.

Kemendes merancang program KDKMP sebagai penerapan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun negara dari tingkat desa. Peran vital masyarakat lokal sangat diandalkan untuk menopang kemajuan ekonomi skala nasional secara merata.

"Indonesia tidak bakal bercahaya terang benderang hanya satu obor di Monas, tapi Indonesia bakal terang benderang bilamana lilin-lilin mini menyala di desa-desa seluruh Indonesia. Maka lilinnya itu sekarang insyaallah adalah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih," jelasnya.

Program spektakuler ini tentu memerlukan support penuh dari seluruh komponen masyarakat. Warga desa sekarang diajak untuk bersinergi dan proaktif memanfaatkan jasa KDKMP demi meraih kesejahteraan finansial bersama.

"Jadi mari semua kepala desa, perangkat desa, BPD, masyarakat desa, masyarakat kelurahan, mari kita kawal KDKMP ini, insyaallah bakal menjadikan Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan," pungkas Yandri.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News