KDM Pastikan Korban Meninggal Kecelakaan KA vs KRL Dapat Santunan Rp 50 Juta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai Temu Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Gedung Pakuan, Kota Bandung pada Kamis (23/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menanggapi kejadian kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo menabrak KRL nan terjadi di Stasiun Bekasi Timur. ‎

Melalui unggahan di IG @dedimulyadi71, laki-laki nan berkawan disapa Kang Dedi ini menyampaikan rasa duka cita sekaligus langkah pemerintah dalam menangani para korban.

Dalam unggahan itu, KDM menekankan bahwa peristiwa ini merupakan pukulan bagi penduduk Jawa Barat.

‎“Kami menyampaikan duka nan dalam atas musibah tertabraknya KRL Jakarta-Kabupaten Bekasi, unik pengangkut penumpang perempuan, oleh Kereta Api Cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta-Surabaya,” ujar KDM dalam unggahan videonya, dikutip Selasa (28/4).

KDM menegaskan bahwa negara datang untuk meringankan beban para korban. Ia merinci dua poin utama komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani akibat pasca kecelakaan.

‎“Satu (Pemerintah Provinsi Jawa Barat) bakal menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban nan dirawat," ujarnya.

‎“Yang kedua bakal memberikan santunan kepada nan meninggal masing-masing Rp50 juta. Semoga peristiwa musibah ini adalah peristiwa nan terakhir," sambungnya.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menutup keterangannya, KDM meminta angan dari seluruh masyarakat agar family korban diberikan kekuatan. Dia juga menitipkan pesan krusial mengenai keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.

‎“Mohon angan kepada seluruh penduduk Jabar agar family korban ditabahkan dan mendapat kesabaran menghadapi musibah nan dialami ini,” ucap KDM.

KDM juga mengingatkan bahwa ancaman bisa datang tanpa peringatan, baik di jalan maupun di lingkungan kerja.

‎“Hati-hati di jalan, hati-hati di tempat pekerjaan, dan hati-hati di rumah lantaran musibah bisa terjadi kapan saja tanpa diduga oleh kita semua," pungkasnya.

Adapun akibat kejadian nan terjadi Senin (27/4) malam itu, 15 orang meninggal dunia. Sementara, 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan