Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kesempatan kerja sama dengan sektor swasta untuk mendukung pembiayaan Program Sekolah Manusia Unggul (Maung). Saat ini pembiayaan sekolah tersebut tetap ditanggung oleh Pemprov Jabar.
"Sekolah Maung selama ini dibiayai oleh provinsi, tetapi ke depan kelak kita bakal melakukan telaah-telaah misalnya cari sponsor untuk menjadi sponsor di sekolah tersebut," kata Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi namalain KDM, di Gedung Pakuan, Selasa (2/6).
Menurut KDM, banyak perusahaan swasta nan mempunyai kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mereka dapat berkontribusi terhadap program pendidikan tersebut.
"Kan banyak kalangan swasta nan bisa menjadi sponsor peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat," ujarnya.
Terkait seleksi peserta didik untuk Sekolah Maung, KDM mengatakan proses seleksi telah dilaksanakan pada 25 hingga 29 Mei. Saat ini masuk dalam tahap akhir.
"Saya sudah minta semua orang konsisten. Mereka nan daftar ke sana adalah anak-anak nan punya kualitas," katanya.
Selain mempertimbangkan aspek kualitas, Pemprov Jabar juga memperhatikan aspek zonasi dalam penerimaan peserta didik. KDM menjelaskan siswa nan tidak lolos seleksi tetap mempunyai kesempatan untuk berguru di sekolah lain sesuai wilayah tempat tinggalnya.
Ia juga menyebut sejumlah sekolah swasta bakal dilibatkan untuk memberikan akses pendidikan bagi siswa nan tidak tertampung di sekolah unggulan.
"Bagi mereka nan tidak bisa berkesempatan lantaran kualifikasi, kemudian mereka nan mengikuti seleksi kemudian tidak lolos, kan kelak bisa ikut juga di sekolah negeri nan lain di daerahnya masing-masing. Itu pembiayaan Sekolah Maung kan," ujarnya.
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·