Kasus Leptospirosis di Pati Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspada

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kasus Leptospirosis di Pati Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspada Ilustrasi(Magnific.com)

Kasus leptospirosis di Kabupaten Pati dilaporkan melonjak sehingga Dinas Kesehatan meminta penduduk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan air alias tanah nan berpotensi tercemar.

Leptospirosis merupakan penyakit nan dapat menular melalui kuman dari urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Penularan berisiko terjadi ketika kuman masuk ke tubuh melalui luka terbuka, kulit nan lama terendam air, alias selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.

Dinkes meminta penduduk tidak menganggap ringan indikasi nan mengarah pada leptospirosis. Gejala nan perlu diwaspadai antara lain demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot terutama pada betis, mata kemerahan, mual, muntah, hingga tubuh terasa lemas.

Warga nan mengalami indikasi setelah beraktivitas di lingkungan basah, area banjir, sawah, selokan, alias tempat nan berpotensi banyak tikus disarankan segera memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan terdekat. Penanganan lebih awal krusial untuk mencegah kondisi memburuk.

Selain itu, masyarakat diminta menggunakan perangkat pelindung diri saat membersihkan lingkungan, seperti sepatu bot dan sarung tangan. Luka pada kulit juga perlu ditutup rapat sebelum beraktivitas di tempat nan kotor alias tergenang.

Upaya pencegahan lain nan perlu dilakukan adalah membersihkan saluran air, menutup tempat penyimpanan makanan, membuang sampah pada tempatnya, serta mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah. Lingkungan nan bersih dapat menekan akibat penularan penyakit tersebut.

Dinkes juga mengingatkan penduduk untuk tidak menunda pemeriksaan jika muncul keluhan nan mencurigakan. Kewaspadaan berbareng dinilai krusial agar peningkatan kasus tidak meluas dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia