Jakarta -
Sebanyak 11 orang utan dievakuasi dari sekolah rimba Jejak Pulang di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Semua orang utan dievakuasi setelah status darurat diaktifkan saat api kebakaran rimba dan lahan (karhutla) mulai merambat mendekati sekolah hutan.
Head of Orangutan Care Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah mengatakan sekolah rimba menjadi tempat rehabilitasi orang utan yatim piatu sebelum nantinya kembali ke habitat. Sekolah rimba tersebut berada di dalam KHDTK seluas sekitar 3.517,53 hektare.
"Jejak Pulang konsentrasi pada rehabilitasi orang utan yatim piatu. Pusat rehabilitasi kami berada di area rimba KHDTK. Luas KHDTK sekitar 3.5 hektare, sedangkan area nan digunakan sebagai sekolah rimba sekitar 130 hektare," ujar Siti, dilansir detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siti mengatakan ancaman kebakaran membikin tim Departemen Orang Utan langsung mengaktifkan status darurat. Seluruh penjaga orang utan kemudian diperintahkan membawa satwa nan berada di sekolah rimba menuju letak aman.
Sementara itu, Kepala BKSDA Kaltim, M Ari Wibawanto mengatakan keputusan mengevakuasi 11 orang utan diambil setelah memandang ancaman karhutla di sekitar pusat rehabilitasi. Ia menuturkan, pemindahan menjadi pilihan paling tepat saat kondisi kebakaran menakut-nakuti kawasan.
"(Betul) dievakuasi. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, langkah itu merupakan pilihan nan menurut saya paling tepat, menyangkut kesejahteraan satwa, keselamatan satwa dan lain sebagainya. Terutama juga mengenai dengan perkembangan rehabilitasi nan sudah berlangsung," jelasnya.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/whn)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·