Jakarta, CNN Indonesia --
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di lereng Lawu, membikin hewan-hewan predator turun gunung dan memangsa ternak warga.
Sedikitnya lima kambing milik penduduk di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar meninggal diduga diserang macan.
"Pokoknya ada ternak nan mati, entah diserang macan alias apa, pokoknya mati. Ada gigitan. Ada lima kambing, di dalam kandang semua," kata Camat Tawangmangu Eko Joko Widodo, Rabu (21/10) dikutip dari detikJateng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eko belum mengetahui kambing tersebut meninggal lantaran diserang hewan apa. Namun terdapat jejak gigitan pada buntang kambing nan mati.
"Diindikasi mungkin di atas kan kebakaran, mungkin ada hewan nan stres turun terus mengamuk. Tidak dimakan, hanya dibunuh saja," ujarnya.
Terpisah, Kades Tengklik, Paidin, mengatakan kambing itu diserang hewan galak sekitar jam 01.00 WIB. Dari keterangan pemilik kandang, diindikasikan hewan galak nan menyerang jenis macan
"Tadi malam sekitar jam 01.00, nan punya rumah tahu jika ada macan. Kemungkinan (Macan Lawu turun gunung), tapi persisnya kami juga tidak tahu,"kata Paidin.
Dia mengatakan, lima ekor kambing nan diserang milik dua orang penduduk desanya.
Satu orang mempunyai empat ekor kambing nan diserang, sementara satu kambing milik satu penduduk nan lain.
Dari penduduk nan mempunyai satu ternak itu, mengetahui jika kambingnya diserang pada pukul 01.00 WIB. Sementara empat ekor kambing di kandang nan meninggal baru ketahuan pagi ini, saat mau diberi pakan.
"Tapi kemungkinan dari situ (serangan pukul 01.00 WIB). nan kambing empat baru tahu tadi pagi. Kan ada dua orang nan punya, nan satu orang punya satu, nan satu orang punya empat," jelasnya.
Dia menjelaskan, dari empat ekor kambing milik penduduk itu, tiga kambing tetap di kandang, sementara satu kambing hilang.
"Yang empat tahunya pagi mau dikasih pakan, rupanya 3 itu tetap di letak sudah mati, tapi nan satu di bawah macannya. Mengalami luka di leher, seperti luka gigitan," terangnya.
Laporan serangan hewan galak itu telah dilaporkan ke Polsek Tawangmangu. Pihak kepolisian dan BKSDA melakukan pengecekan ke lokasi.
Sebelumnya diberitakan karhuta di lereng gunung Lawu kian membesar dan melebar. Luasan lahan dan rimba nan terbakar bertambah drastis. Api apalagi disebut semakin mendekati mata air warga.
"Berkaitan dengan luas nan terbakar, perkiraan kita sekitar 490 hektar nan terbakar," kata Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, saat dihubungi awak media, Selasa (20/10).
Kebakaran di lereng Lawu ini membakar rimba pinus dan ilalang. Api mulai diketahui pada Kamis (15/10) dengan titik awal letak di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(tim/kid)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·