Kanada Mulai Main Keras, Listrik-Minyak-Gas ke AS Diancam Diputus

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta -

Perang jual beli antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) makin memanas. Pemerintah Kanada mulai melancarkan ancaman serius untuk memutuskan pasokan listrik, minyak, dan gas ke Negeri Paman Sam.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mengingatkan saat ini negaranya memasok sebagian besar kebutuhan impor gas alam dan listrik AS. Bersama dengan itu Kanada memasok serta sekitar 60% dari total impor minyak mentah negara nan sekarang dipimpin oleh Presiden Donald Trump itu.

"Saya rasa mereka tidak mau kita menghentikan pasokan daya tersebut," kata Carney pada Sabtu (22/8) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menekan AS lewat sektor daya belum masuk dalam paket kebijakan jawaban resmi Kanada atas tarif 50% nan dikenakan Trump sebelumnya, para pejabat setempat terang-terangan menyatakan opsi itu tidak dikesampingkan begitu saja dari meja perundingan dengan Paman Sam.

Dalam perihal ini, salah satu bunyi paling keras datang dari Premier Ontario, Doug Ford. Ia mempertimbangkan untuk menerapkan 'biaya tambahan energi' (energy surcharge) sebesar 25% untuk seluruh ekspor listrik ke AS. Kebijakan ini diprediksi bakal langsung berakibat terhadap 1,5 juta rumah tangga dan pelaku upaya di wilayah Michigan, Minnesota, hingga New York.

Bersama dengan itu, Kanada juga merupakan pemasok utama bahan baku pupuk seperti potas. Membuat komoditas ini menjadi sangat vital terhadap sektor pertanian dan perkebunan AS.

"Saya mau memandang (Trump) menjalankan mobil tanpa minyak. Saya juga mau melihatnya menanam sayuran dan buah-buahan tanpa potas," sentil Ford.

"Presiden Trump meremehkan kita, dan itu adalah kesalahan terbesar," tegasnya lagi.

Di luar itu, Amerika Serikat merupakan tujuan utama ekspor mineral Kanada secara keseluruhan. Kondisi ini juga dinilai bisa menjadi aspek lain bagi Ottawa untuk menekan pemerintahan Trump.

Dalam perihal ini, Ford juga mengambil sikap tegas dengan menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Associated Press bahwa AS tidak bakal bisa mendapatkan sebutir pasir pun dari Ontario.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance