KAIamp;ndash;BTN Bangun 5.400 Unit Rumah di Jakarta hingga Surabaya

Sedang Trending 9 jam yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 22 Mei 2026 |19:16 WIB

KAI–BTN Bangun 5.400 Unit Rumah di Jakarta hingga Surabaya

BTN dan KAI menjalin kerja sama pengembangan kediaman berbasis Transit Oriented Development. (Foto :Okezone.com/KA)

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalin kerja sama pengembangan kediaman berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Jakarta.

Kerja sama BTN dan KAI difokuskan pada pengembangan area kediaman vertikal nan terintegrasi langsung dengan transportasi publik seperti KRL Commuter Line, LRT, MRT, dan Transjakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari support kedua BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah Pemerintah sekaligus menjawab tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan di pusat kota.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, konsep kediaman berbasis TOD semakin relevan bagi Indonesia lantaran bisa menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu area terintegrasi.

“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development alias TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Nixon, Jumat (22/5/2026).

Menurut Nixon, banyak pekerja di Jakarta tetap tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20% hingga 25% dari penghasilan bulanan. Karena itu, pengembangan kediaman vertikal di pusat kota dinilai dapat menjadi solusi nan lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.

Selain itu, lanjut Nixon, pengembangan area stasiun sebagai pusat kediaman dan aktivitas ekonomi juga telah menjadi tren di beragam negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Model tersebut dinilai bisa menciptakan area perkotaan nan lebih efisien, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com