Ilustrasi areal pinggir rel KA nan terbakar.(Doc KAI Daop 4 Semarang)
MUSIM kemarau nan tetap berjalan membikin kondisi lingkungan di sejumlah wilayah menjadi lebih kering sehingga material seperti rumput, semak, jerami, dan sampah lebih mudah terbakar.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di sekitar jalur kereta api nan dapat memengaruhi aspek keselamatan perjalanan kereta api.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat di wilayah Tegal untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur kereta api.
Peringatan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran nan dapat meluas dan menimbulkan asap di sekitar jalur KA.
Peringatan sekaligus imbauan tersebut menjadi perhatian setelah terjadi kebakaran lahan kering di sekitar KM 148+900, Desa Slerok, Tegal, pada Selasa (8/9).
Berdasarkan info awal, api muncul dari area lahan dan rumput kering kemudian merembet ke area di sekitarnya.
Petugas KAI berbareng penduduk melakukan penanganan awal sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi. Setelah dilakukan penanganan bersama, api sukses dipadamkan. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa kondisi lahan nan lebih kering selama musim tandus perlu menjadi perhatian bersama, khususnya di area nan berdekatan dengan jalur kereta api.
“Saat musim kemarau, rumput, semak, jerami, dan material kering lainnya lebih mudah terbakar. Kami mengimbau masyarakat di wilayah Tegal untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA. Api dapat merambat dengan cepat, sementara asap nan ditimbulkan berpotensi mengurangi jarak pandang masinis dan mengganggu aspek keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Luqman, Rabu (16/9).
Luqman meniturkan KAI Daop 4 Semarang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan sekitar wilayah operasional, termasuk mengantisipasi potensi gangguan nan dapat memengaruhi keselamatan perjalanan KA.
“Kami juga membujuk masyarakat untuk segera melaporkan andaikan memandang titik api alias kepulan asap di sekitar jalur KA. Informasi nan disampaikan sejak awal bakal membantu petugas melakukan penanganan dan koordinasi dengan pihak mengenai secara lebih cepat,” tutur Luqman.
KAI Daop 4 Semarang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemadam kebakaran, serta unsur kewilayahan dalam melakukan penanganan andaikan terjadi kebakaran di sekitar jalur KA.
"Kami membujuk masyarakat di wilayah Tegal untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekitar jalur kereta api, khususnya selama musim kemarau. Tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan potensi kebakaran merupakan langkah sederhana nan dapat membantu mencegah api meluas serta mendukung keselamatan perjalanan kereta api," pungkas Luqman. (JI)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·