Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Babelan memastikan tumpukan sampah di Kali Irigasi Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bakal diangkat pekan ini. Pengangkatan sampah dilakukan dengan melibatkan sejumlah lembaga pemerintah daerah.
Bagian Produksi Cabang Babelan Perumda Tirta Bhagasasi, Agung, mengatakan pihak kelurahan telah mengirimkan surat kepada PDAM untuk membujuk berperan-serta dalam pengangkatan sampah nan menumpuk di sekitar area instalasi.
“Jadi kemarin itu dari kelurahan memang sudah melayangkan surat ke kita untuk diajak partisipasi dalam pengangkatan sampah nan tertumpuk di area instalasi Perumda kita, posisinya di Cabang Babelan,” kata Agung kepada kumparan, Rabu (16/9).
Menurut Agung, pengangkatan sampah memerlukan perangkat berat dan armada truk untuk mengangkut sampah dari lokasi.
“Ini kan kudu pakai perangkat berat. Terus sampahnya diangkut, pasti sama truk sampah,” ujarnya.
Agung menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup bakal menyediakan armada truk sampah, sedangkan Bina Marga menyiapkan perangkat berat jenis beko. Sementara itu, PDAM Babelan bakal ikut menanggung biaya bahan bakar perangkat berat.
“Nah, jadi dari Lingkungan Hidup menyediakan armada truk sampahnya, terus dari Bina Marga kesiapan beko. Kita diajak partisipasi sharing biaya untuk penyediaan solarnya,” kata Agung.
Saat ini, pihaknya telah bersurat kepada instansi pusat mengenai rencana pengangkatan sampah tersebut. Kepala bagian juga mendorong agar aktivitas itu segera dilaksanakan.
“Kita sudah bersurat ke instansi pusat dan kepala bagian pun juga pengen melaksanakan aktivitas pengangkatan sampah itu di minggu ini,” ujarnya.
Agung berambisi proses pengangkatan sampah dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan besok alias lusa sudah bisa terlaksana,” tuturnya.
Sempat Terkendala Koordinasi
Agung mengatakan, pengangkatan sampah sebelumnya sempat terkendala koordinasi, terutama mengenai pembiayaan.
“Pada waktu itu memang jadi ada miskomunikasi. Jadi dalam perihal penyelenggaraan ini kan keterkaitan biaya,” jelas Agung.
PDAM kemudian berkoordinasi dengan instansi pusat dan bagian mengenai untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Kini, penyelenggaraan pengangkatan sampah telah mendapatkan kepastian.
“Jadi kita pun berkoordinasi dengan instansi pusat, dengan bagian-bagian terkait,” kata Agung.
“Tapi sudah diputuskan di minggu ini sudah bisa kita laksanakan,” lanjutnya.
Sampah Disebut Berasal dari Hulu
Agung menyebut tumpukan sampah di sekitar instalasi PDAM Babelan berasal dari bagian hulu aliran kali.
“Kalau sampah sih sebenarnya dari hulu. Kita enggak tahu juga, porsisinya itu mungkin warga-warga dari hulu alias masyarakat dari hulu membuang sampah lewat kali,” katanya.
Menurut Agung, instalasi PDAM Babelan berada di bagian hilir sehingga sampah nan terbawa aliran dari hulu menumpuk di sekitar letak tersebut.
“Jadi sampah itu numpuk di area kita, di sini, di Cabang Babelan Perumda. Kalau sumber sampahnya itu ya dari hulu,” ungkapnya.
Solusi Jangka Panjang Masih Dibahas
Untuk sementara, penanganan sampah difokuskan pada pengangkatan. Sementara itu, solusi agar sampah tidak kembali menumpuk tetap dibahas berbareng sejumlah pihak.
“Aksi jangka pendeknya untuk pengangkatan, kelak jangka panjangnya mengantisipasi penumpukan sampah ini juga sedang dibahas dengan kepala bagian kita di pusat,” kata Agung.
Selain itu, pihak kelurahan juga dapat dilibatkan untuk mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke kali.
“Dari pihak kelurahan sebagai abdi negara lingkungan wilayah Kebalen, mungkin mengimbau masyarakatnya, warganya, untuk tidak membuang sampah ke kali,” tutup Agung.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·