Kadin Sebut Diminta Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kadin Sebut Diminta Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.(Dok. Antara)

KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen bumi upaya untuk membantu pemerintah mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Langkah ini dipandang krusial guna membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Pernyataan tersebut disampaikan Anindya dalam pertemuan antara pengusaha Kadin pusat dan wilayah dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7). Menurutnya, kerjasama erat antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci utama pencapaian sasaran ambisius tersebut.

"Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun sebesar 5%. Tetapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti berjenjang menuju 8%. Kami memandang andaikan kita bekerja sama, ini merupakan suatu perihal nan sangat mungkin dilakukan," ujar Anindya, dilansir dari Antara.

Sebagai mitra strategis pemerintah berasas UU Nomor 1 Tahun 1987, Kadin terus mendorong penguatan ekonomi nasional melalui sinergi di tingkat pusat maupun daerah. Anindya menyoroti bahwa sekitar 92% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor.

Kadin sekarang aktif melibatkan beragam elemen, mulai dari UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga perusahaan besar untuk memperkuat sektor-sektor tersebut. Selain itu, organisasi ini telah menjalankan empat program sigap (quick wins) sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo, termasuk Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembaharuan rumah tidak layak huni.

Untuk memperkuat diplomasi ekonomi, Kadin membentuk Global Engagement Office (GEO) guna mengawal kesempatan investasi dan perdagangan luar negeri. Anindya juga menyatakan kesiapan Kadin bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk memacu arus modal nasional.

Kadin menilai kebijakan pertimbangan dan penguatan program ekonomi pemerintah telah diterima positif oleh pasar global. Hal ini dibuktikan dengan penegasan kembali ranking angsuran Indonesia oleh sejumlah lembaga internasional, nan menjadi modal krusial menuju sasaran pertumbuhan 8%. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia