JP Morgan Proyeksi IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2026

Sedang Trending 18 jam yang lalu
JP Morgan Proyeksi IHSG Tembus 7.000 di Akhir 2026 ilustrasi(Antara)

JP Morgan Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempunyai ruang penguatan hingga mencapai level 7.000 pada Desember 2026. Optimisme ini didorong oleh ekspektasi membaiknya sentimen pasar serta posisi kepemilikan investor nan saat ini dinilai tetap relatif rendah di pasar saham domestik.

Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan Indonesia, Benny Kurniawan, menjelaskan bahwa sasaran tersebut didasarkan pada potensi masuknya aliran modal seiring dengan meningkatnya kepercayaan pasar menjelang akhir tahun.

"Tim JP Morgan tetap memperkirakan sasaran Jakarta Composite Index (JCI) alias IHSG pada Desember itu di 7.000," ujar Benny dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (3/9).

Sentimen Positif dan Pertumbuhan Laba 2027

Benny menambahkan, kenaikan indeks pada akhir tahun bakal dipicu oleh positioning investor, baik domestik maupun asing, nan saat ini berada pada level cukup rendah. Kondisi ini memberikan ruang bagi tindakan beli nan lebih masif jika sentimen dunia dan domestik terus membaik.

Menatap tahun 2027, J.P. Morgan memandang prospek pasar modal Indonesia tetap cerah. Konsensus analis memperkirakan pertumbuhan untung bersih (earnings growth) emiten bakal berada di kisaran 9 persen pada tahun depan.

"Pertumbuhan ini pasti ditopang oleh pengeluaran pemerintah (government spending) dan juga investasi," lanjut Benny. Meskipun beberapa sektor menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya input, pertumbuhan pendapatan (top line) perusahaan tercatat tetap menunjukkan tren positif, terutama pada semester pertama tahun ini.

Indikator Data / Proyeksi
Target IHSG (Desember 2026) 7.000
Proyeksi Pertumbuhan Laba 2027 ~9% (Konsensus)
Posisi IHSG (3/9) 6.667,89 (+1,09%)
Nilai Transaksi Harian Rp18,57 Triliun

Kondisi Pasar Terkini

Berdasarkan info Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (3/9), IHSG ditutup menguat 72,11 poin alias 1,09 persen ke posisi 6.667,89. Aktivitas perdagangan tercatat cukup moderat dengan nilai transaksi mencapai Rp18,57 triliun.

Menurut Benny, selama pertumbuhan pendapatan emiten tetap terjaga, daya tarik pasar Indonesia bagi penanammodal dunia tidak bakal pudar. "Selama top line growth itu tetap naik, penanammodal tidak mungkin bisa melupakan Indonesia begitu saja," pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia