33 jemaah haji asal Sumatra Barat nan terdampak musibah di menerima support senilai Rp20 juta per orang alias total Rp660 juta.(MI/Yose Hendra)
BENCANA banjir bandang nan melanda sejumlah wilayah Sumatra Barat di penghujung tahun 2025 lalu, tidak menyurutkan tekad puluhan jemaah untuk menunaikan ibadah haji tahun ke tanah suci.
Di tengah ujian nan menimpa, mereka tetap mempertahankan niat dan berjuang menunaikan rukun Islam kelima. Keteguhan itulah nan kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.
Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatra Barat nan terdampak musibah di menerima support senilai Rp20 juta per orang alias total Rp660 juta.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program solidaritas Zayed Foundation nan menyalurkan biaya sebesar 192.000 dolar Amerika Serikat alias sekitar Rp3,24 miliar nan menyasar 162 jemaah terdampak musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan support itu diberikan sebagai corak kepedulian Pemerintah Uni Emirat Arab terhadap jemaah nan tetap antusias menunaikan ibadah haji meskipun sempat terdampak musibah.
“Jadi, di kembali musibah ada hikmah nan Allah berikan. Ketika terjadi musibah di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji nan terdampak,” ujar Rifki, Minggu (21/6).
Menurut Rifki, pihak Zayed Foundation meminta info jemaah haji nan menjadi korban musibah dan berangkat pada musim haji tahun ini.
Mereka menilai para jemaah tersebut mempunyai semangat nan luar biasa lantaran tetap berupaya menunaikan ibadah haji meskipun kudu menghadapi beragam kesulitan akibat musibah nan dialami.
“Mungkin mereka memandang ada jemaah nan tetap berjuang berangkat haji di tengah kondisi nan tidak mudah. Ada nan terdampak secara ekonomi, ada nan kehilangan kekayaan benda, tetapi semangat hajinya tetap tinggi. Itu nan diapresiasi oleh Uni Emirat Arab,” jelasnya.
Dari usulan nan disampaikan, sebanyak 33 jemaah asal Sumatera Barat dinyatakan memenuhi kriteria dan seluruhnya mendapat bantuan.
Jemaah penerima berasal dari sejumlah wilayah terdampak musibah di Sumatera Barat. Dana support pun telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing jemaah.
“Alhamdulillah seluruh jemaah nan diusulkan dari Sumatera Barat lolos dan menerima bantuan. Masing-masing memperoleh Rp20 juta dan semuanya sudah ditransfer langsung ke rekening jemaah,” katanya.
Secara nasional, support tersebut diberikan kepada 162 jemaah haji Indonesia dari tiga provinsi nan terdampak bencana, ialah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Rifki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Uni Emirat Arab serta Zayed Foundation atas perhatian nan diberikan kepada jemaah Indonesia, khususnya jemaah asal Sumatera Barat.
Menurutnya, support tersebut bukan hanya berbobot materi, tetapi juga menjadi corak support moral bagi para jemaah nan tetap berupaya memenuhi panggilan Allah di tengah ujian kehidupan.
“Ini menunjukkan bahwa semangat dan perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara-saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tutupnya.
Bantuan dari Uni Emirat Arab ini tidak hanya menghadirkan support secara materi, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah lintas negara.
Di tengah ujian musibah nan pernah melanda, kisah para jemaah ini menjadi pengingat bahwa keteguhan niat untuk beragama kerap menemukan jalan, apalagi melalui cara-cara nan tak terduga. (YH)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·