Ilustrasi(Dok AFP)
PRACIS menetapkan status siaga gelombang panas merah, level peringatan tertinggi, di 35 wilayah pada Minggu (21/6). Sementara itu, 45 wilayah lainnya tetap berada dalam status siaga oranye. Langkah ini diambil menyusul peringatan otoritas cuaca mengenai lonjakan suhu nan berpotensi mendekati rekor tertinggi dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan laporan RTL, badan meteorologi nasional Meteo-France menyebut bahwa suhu di sejumlah wilayah dapat mencapai 41 derajat Celsius pada Minggu. Kondisi cuaca ekstrem tersebut apalagi diperkirakan bakal semakin intens pada Senin (22/6).
Meteo-France juga menyampaikan bahwa rata-rata suhu nasional berpotensi menyamai rekor suhu harian tertinggi nan pernah tercatat di Prancis, tanpa memandang musim. Di wilayah nan berstatus siaga merah, suhu maksimum diproyeksikan berada pada kisaran 40 hingga 42 derajat Celsius.
Menurut lembaga tersebut, gelombang panas diperkirakan tetap bakal berjalan hingga sebagian besar pekan depan. Suhu nan sangat tinggi, baik pada siang maupun malam hari, diprediksi memperkuat setidaknya hingga Kamis.
Selain ancaman panas ekstrem, Meteo-France menempatkan empat wilayah dalam kategori akibat kebakaran rimba tinggi pada Minggu. Jumlah wilayah nan menghadapi ancaman serupa diperkirakan meningkat menjadi 11 wilayah pada Senin akibat kondisi cuaca nan semakin panas dan kering.
Pemerintah Prancis juga belum menutup kemungkinan untuk memperluas status siaga merah ke wilayah lain andaikan kondisi cuaca terus memburuk.
Langkah Khusus Jelang Festival Musik Nasional
Cuaca ekstrem turut memengaruhi penyelenggaraan Festival Musik tahunan Prancis (Fete de la Musique) nan digelar pada Minggu malam. Pemerintah menerapkan sejumlah langkah pencegahan demi menjaga keselamatan masyarakat.
Salah satu kebijakan nan diberlakukan adalah larangan mengonsumsi alkohol di ruang publik pada wilayah nan berada di bawah status siaga merah. Di Paris, abdi negara kepolisian memperkuat patroli sungai guna mengantisipasi kejadian tenggelam. Selain itu, pertemuan alias aktivitas nan tidak diumumkan sebelumnya di beberapa area sepanjang Sungai Seine juga dilarang.
Untuk mengamankan jalannya acara, sekitar 4.800 personel polisi dan polisi militer serta 2.500 petugas pemadam kebakaran dikerahkan di Paris dan area sekitarnya.
Gelombang Panas Picu Sejumlah Korban Jiwa
Gelombang panas nan melanda Prancis juga dikaitkan dengan sejumlah kejadian tenggelam nan berujung pada korban jiwa.
Layanan darurat melaporkan seorang remaja laki-laki berumur 17 tahun meninggal bumi setelah terseret arus di Sungai Dordogne, wilayah barat daya Prancis, pada Sabtu malam.
Dalam kejadian terpisah, seorang remaja berumur 16 tahun ditemukan meninggal akibat tenggelam di pantai Dunkirk, Prancis utara, pada Sabtu (20/6). Sementara itu, dua remaja lainnya kehilangan nyawa pada Jumat setelah tenggelam di Sungai Doubs, wilayah timur negara tersebut.
SNCF Siapkan Langkah Darurat Hadapi Suhu Ekstrem
Operator kereta api nasional Prancis, SNCF, menyatakan telah mengaktifkan beragam langkah darurat guna menjaga operasional jasa tetap melangkah di tengah suhu nan sangat tinggi.
"Kami sepenuhnya siap untuk menghadapi peristiwa ini dan memastikan lampau lintas tetap senormal mungkin dalam kondisi ekstrem ini," kata kepala pelaksana SNCF, Jean Castex.
Sementara itu, Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot menilai jaringan perkeretaapian nasional sudah memasuki usia tua dan memerlukan investasi tambahan untuk mempercepat modernisasi infrastruktur.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah melakukan beragam persiapan menghadapi gelombang panas. Namun, tingginya intensitas suhu serta kemunculannya nan lebih sigap dari perkiraan memaksa otoritas mengambil langkah-langkah unik agar jasa publik, terutama sektor kesehatan, tidak mengalami tekanan berlebihan. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·