Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |13:41 WIB

PBNU Butuh Sosok Seperti Kiai Kafabihi Mahrus Lirboyo/ist
JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menggelar sejumlah agenda strategis NU, mulai dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar Ke-35 NU, nan telah disepakati dalam Rapat Pleno PBNU.
Munas dan Konbes NU bakal digelar pada sekitar April 2026. Sementara Muktamar ke-35 NU direncanakan berjalan pada Juli alias Agustus 2026.
Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH. Imam Jazuli mengatakan, mandat kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) terletak di Syuriyah sebagai lembaga tertinggi dan pengendali NU seutuhnya, posisi Rais Aam bukan sekadar kedudukan administratif, melainkan manifestasi dari maqam (kedudukan) spiritual dan intelektual tertinggi.
"Di tengah disrupsi era nan kian menderu, menjelang Muktamar ke-35 NU, sosok KH. Kafabihi Mahrus muncul bukan hanya sebagai kandidat, melainkan sebuah kebutuhan sejarah bagi struktur PBNU," kata Kiai Imam,” Kamis (5/2/2026).
Dia juga mengungkapkan beberapa argumen kenapa pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo ini merupakan figur nan kompeten untuk mengemban amanah sebagai Rais Aam di PBNU.
Menurutnya, keabsahan kepemimpinan dalam tradisi pesantren absolut bersandar pada penguasaan literatur klasik (turats). Kiai Kafabihi adalah representasi murni dari transmisi keilmuan nan tidak terputus (isnad).
Sebagai figur nan tumbuh dalam ekosistem intelektual Lirboyo, beliau mempunyai ketajaman dalam metodologi istinbath al-hukm (pengambilan keputusan hukum).
"Beliau tidak hanya menghafal teks, tetapi memahami illat (alasan logis) di kembali teks tersebut. Kapasitas aliman (berilmu luas) ini menjamin bahwa setiap kebijakan besar PBNU nantinya bakal mempunyai landasan teologis nan kokoh," ungkapnya.
Menurut Kiai Imam, tantangan terbesar pemimpin organisasi besar seperti NU adalah tarikan kepentingan duniawi. Di sinilah atribut Zuhud (kesalehan asketik) Kiai Kafabihi menjadi pembeda. la dikenal sebagai pribadi nan "selesai dengan dirinya sendiri." Sikap zahidan bukan berfaedah menjauhi dunia, melainkan tidak membiarkan bumi mengendalikan hatinya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·