Jangan Langsung Tidur! Pakar Ungkap Kesalahan Fatal saat Jet Lag yang Malah Bikin Makin Parah

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Jangan Langsung Tidur! Pakar Ungkap Kesalahan Fatal saat Jet Lag nan Malah Bikin Makin Parah ilustrasi(Magnific)

ANDA baru saja mendarat di negara baru setelah penerbangan lintas zona waktu nan melelahkan. Sambil menyeret koper ke bilik hotel, Anda memeriksa arloji dan memandang waktu lokal sudah menunjukkan pukul 22.00. Secara taat, Anda langsung berebahan di tempat tidur.

Namun, alih-alih tertidur lelap, Anda justru berebahan terjaga selama berjam-jam dengan pikiran nan terus berpacu, sementara tubuh Anda meyakini saat itu tetap tengah hari.

Kondisi tersebut merupakan pengalaman klasik penderita jet lag. Menurut para master kesehatan tidur, memaksakan diri untuk langsung tidur hanya lantaran jam tembok menunjukkan waktu tidur adalah kesalahan nomor satu nan paling sering dilakukan orang saat tiba di area waktu baru.

Para menegaskan bahwa jet lag bukanlah sekadar kelelahan bentuk alias kekurangan tidur, melainkan ketidaksinkronan antara jam biologis internal (ritme sirkadian) dengan waktu di tempat tujuan.

Memaksa tubuh berebahan di tempat tidur saat otak tetap menganggap hari siang justru memicu conditioned arousal, yaitu kondisi kekhawatiran akibat otak memadukan kasur dengan rasa frustrasi lantaran tak kunjung tertidur.

Tips Efektif Atasi Jet Lag 

Untuk mempercepat penyesuaian jam biologis tubuh, para master merekomendasikan empat langkah sederhana berikut:

Paparan Sinar Matahari Pagi: Keluar ruangan selama 20–30 menit di pagi hari. Cahaya alami merupakan sinyal terkuat untuk menyetel ulang ritme sirkadian tubuh.

Disiplin Jam Makan Lokal: Atur waktu sarapan, makan siang, dan makan malam sesuai waktu setempat untuk membantu organ pencernaan beradaptasi dari dalam.

Tahan Hingga Waktu Tidur Normal: Upayakan tetap terjaga hingga minimal pukul 21.00 alias 22.00 waktu lokal agar dorongan tidur alami nan terbentuk menghasilkan kualitas tidur nan lebih nyenyak.

Hindari Layar Gadget Sebelum Tidur: Sinar biru dari perangkat elektronik menekan produksi hormon melatonin nan dibutuhkan tubuh untuk memulai proses tidur.

Para master menyimpulkan bahwa kunci utama mengatasi jet lag adalah memberikan sinyal waktu nan konsisten kepada tubuh, bukan sekadar mengejar jam tidur secara acak.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia