Perbanas dan Ubaya Ukir Sejarah Juara Nasional Campus League Musim Perdana

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perbanas dan Ubaya Ukir Sejarah Juara Nasional Campus League Musim Perdana Seremoni penyerahan Piala Campus League The Nationals 2026(Doc Campus League)

INSTITUT Perbanas Jakarta dan Universitas Surabaya (Ubaya) mencatatkan namanya sebagai juara pertama dalam sejarah Campus League Basketball The Nationals. Keduanya sukses menuntaskan perjalanan dari regional hingga nasional dengan merebut gelar sektor putra dan putri pada partai final nan berjalan di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Sabtu (13/6).

Keberhasilan tersebut menutup rangkaian Campus League 2026 Basketball The Nationals Season 1 nan mempertemukan 18 tim hasil fase regional di Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Samarinda, dan Jakarta.

Di sektor putra, Perbanas keluar sebagai kampiun setelah menundukkan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan skor tipis 47-45. Pada sektor putri, Ubaya memastikan gelar juara usai mengalahkan Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor 59-51.

Gelar pemain terbaik final (MVP) putra jatuh kepada Muhammad Haikal Malik dari Perbanas sedangkan Clarissa Aureliya Purnomo terpilih sebagai MVP sektor putri.

Kemenangan Perbanas menjadi cerita tersendiri. Tim asal Jakarta itu datang ke putaran nasional bukan sebagai unggulan utama. Mereka apalagi hanya finis di posisi ketiga Regional Jakarta. Namun, perjalanan mereka berhujung dengan trofi juara nasional.

Final putra berjalan dalam tensi tinggi. Perbanas dan UKSW saling berbalas nomor sepanjang pertandingan hingga skor seri 41-41 memaksa laga dilanjutkan ke babak overtime.

Pada momen penentuan, Perbanas tampil lebih tenang. Haikal menjadi pembeda lewat kontribusi krusial nan membantu timnya mengunci kemenangan sekaligus mengamankan gelar juara. Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, mengaku pencapaian tersebut apalagi di luar bayangannya.

Menurut Zulfahrizal, karakter timnya semakin teruji setelah sempat mendapat kritik usai kalah dari UKSW pada laga pembuka. Dia juga menyoroti kontribusi para pemain muda, termasuk Haikal nan baru menjalani tahun pertama sebagai mahasiswa namun bisa tampil menonjol di level nasional.

“Ini mentalitas Perbanas, mau siapa pun nan main, itu tetap Perbanas. Saya juga susah mengungkapkannya lantaran kami ranking ketiga regional tapi bisa juara nasional. Benar-benar tidak terbayang sama sekali,” kata Zulfahrizal.

“Di nasional ini kami gameday pertama musuh UKSW kalah lampau banyak diomongin, siap-siap malu. Tapi ini mentalitas Perbanas,” tambahnya.

Di sektor putri, Ubaya bekerja keras menghadapi perlawanan SCU. Kedua tim bergantian memimpin dan menjaga selisih nomor tetap tipis sepanjang pertandingan. Kemenangan Ubaya menyempurnakan perjalanan dari fase regional Surabaya hingga menjadi juara nasional.

Selain melahirkan juara, Campus League juga mulai menunjukkan perannya sebagai wadah pembinaan atlet mahasiswa (student athlete). CEO Campus League Ryan Gozali mengungkapkan sejak awal Campus League dirancang sebagai bagian dari ekosistem pembinaan nan dapat berkontribusi terhadap kebutuhan tim nasional.

“Pelatih timnas basket putri juga hadir, dia sudah memantau secara langsung dan bakal memanggil pemain-pemain timnas dari kejuaraan ini,” ucap Ryan.

Ke depan, Campus League diharapkan berkembang menjadi kejuaraan nan berkepanjangan dan mendorong kampus-kampus untuk terus membangun olahraga mahasiswa.

“Season 1 bukan hanya tentang mencari juara. nan paling krusial adalah membangun fondasi. Kami memandang antusiasme kampus, mahasiswa, pelatih, dan beragam pihak nan terlibat sangat besar. Masih banyak kekurangan nan kudu dibenahi, tapi ada sinyal olahraga kampus di Indonesia mempunyai masa depan nan menjanjikan andaikan dibangun secara konsisten dan berkelanjutan," ujar Ryan.

“Harapan kami Campus League ini menjadi ekosistem nan bisa dibangun tahun demi tahun secara konsisten. Supaya kampus juga mau untuk lebih menginvestasikan biaya pembinaan olahraga di kampus. Baik itu untuk beasiswa, biaya kompetisi, logistik, alias apalagi venue dan nan lainnya,” tukas Ryan.

Perbanas selaku juara putra meraih tiket mewakili Indonesia di Asian University Basketball League (AUBL) nan bakal digelar Januari 2027. Jika bisa melangkah jauh, mereka berkesempatan tampil pada fase Elite Eight. Adapun pada pertandingan perebutan tempat ketiga, Ubaya menempati posisi ketiga sektor putra sedangkan tuan rumah UPH meraih ranking ketiga di kategori putri. (Dhk)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia