Arief Setyadi
, Jurnalis-Jum'at, 14 Agustus 2026 |22:28 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Binti M/Okezone)
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pesan kuat dari pidato itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan negara melalui kebijakan nan konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Ketua Umum DPP Arus Bawah Prabowo (ABP) Michael F. Umbas, pidato tersebut bukan sekadar laporan capaian. Namun, menggambarkan arah perubahan nan tengah dijalankan pemerintah.
“Pidato Presiden Prabowo hari ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak mau berakhir pada retorika. Ada keberanian mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan nan selama bertahun-tahun dianggap sulit, dan nan paling penting, keberpihakan kepada rakyat,” kata Umbas dalam keterangannya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 21 bulan alias 663 hari masa pemerintahan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan beragam persoalan negara, termasuk masalah nan telah berjalan selama puluhan tahun.
Umbas menilai keberhasilan kebijakan tersebut nantinya kudu dilihat dari akibat langsung nan dirasakan masyarakat. Menurutnya, beragam program pemerintah sekarang memasuki tahap nan menuntut hasil nyata di tingkat akar rumput.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·