Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC terlambat menyediakan bus untuk penjemputan Persebaya Surabaya saat official training jelang Derby Jawa Timur. Kejadian tak mengenakkan itu dialami Persebaya saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Bus nan sedianya disediakan Panpel Arema FC terlambat datang hingga satu jam. Akibatnya para pemain Persebaya sempat menunggu hingga memaksa beberapa pemain dan staf tim memilih menggunakan taksi online.
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, menyatakan bahwa sebenarnya bus nan digunakan oleh Persebaya sudah siap di letak penjemputan sejak siang. Tapi ketika bus tiba di letak hotel tempat menginap Bajul Ijo dan hendak menuju bandara, ada persoalan teknis pada AC bus nan mati.
"Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah datang di letak hotel. Namun, pada pukul 14.15 WITA diketahui ada masalah pada AC bus nan mati. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman," ungkap Rojak, melalui keterangan tertulisnya, pada Senin (26/4).
Bus pengganti nan lebih bagus kualitasnya tiba di letak pada pukul 14.55 WITA. Namun, lantaran mengejar waktu, sejumlah pemain tim tamu terpantau sudah berangkat lebih awal menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center, letak di mana Persebaya bakal melaksanakan official training.
Pihak Panpel Arema FC telah bekerja sama dengan panitia lokal dan menegaskan sudah berupaya memberikan pelayanan sesuai izin nan ada. Setelah mendapat laporan resmi mengenai hambatan bus dari Panpel Bali United pada pukul 15.30 WITA, pihak panitia langsung melakukan negosiasi ulang mengenai agenda pemakaian lapangan.
"Sebagai corak tanggung jawab, kami negosiasikan agar agenda OT mereka diundur menjadi pukul 17.00-18.00 WITA di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA," jelas Rojak.
Selain hambatan bus nan ada, official training juga kudu dialihkan dari Stadion Kapten I Wayan Dipta nan sesuai izin ke stadion lain. Sebab di stadion tersebut, Bali United tengah bermain menjamu PSM Makassar.
Awalnya Panpel Arema FC menawarkan official training pada Senin (27/4) pukul 20.00 WITA alias 19.00 WIB, seusai laga Bali United vs PSM Makassar. Tapi permintaan itu ditolak oleh manajemen 'Bajul Ijo'. Manajer Persebaya, Alex Tualeka; dan tim Panpel pun berkoordinasi hingga akhirnya berlatih di Bali United Training Center, lantaran permintaan Persebaya agar berlatih pada sore hari.
Rojak menegaskan, perwakilan panitia lokal mewakili Panpel Arema FC telah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Manajemen Persebaya. Pihak manajemen Persebaya pun telah memaklumi kejadian tersebut setelah mengetahui bahwa hambatan nan terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan aspek kesengajaan.
Di sisi lain, Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menyatakan bahwa laga Arema FC vs Persebaya digelar dengan tantangan berat. Pasalnya izin resmi dari kepolisian baru keluar pada 22 April 2026, sehingga Panpel hanya mempunyai waktu efektif lima hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.
"Kami berambisi perihal ini menjadi pelajaran berbobot dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan," ucap Erwin Hardiyono.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·