ISPA Meningkat di Daerah Terdampak Karhutla, Kemenkes Bagikan 5,3 Juta Masker

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Wakil Menteri Kesehatan 1, Dante Saksono Harbuwono, dalam agenda Temu Media bertema (Rangkul Jiwa, Hapus Stigma: Layanan Kesehatan Mental Inklusif untuk Semua) di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan di wilayah nan terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Dante menyebut, kondisi udara nan jelek akibat karhutla tetap terjadi di Kalimantan Barat. Sedangkan kualitas udara di Jambi mulai membaik.

“Yang mengalami udaranya sangat jelek itu di Kalimantan Barat dan Jambi. Sekarang Jambi udah mulai bagus. Tinggal di Kalimantan Barat nan udaranya jelek. Kita konsentrasi di situ. ISPA-nya memang agak meningkat di wilayah nan mengalami karhutla,” jelas Dante saat ditemui wartawan usai agenda Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9).

Untuk mengantisipasi akibat paparan udara buruk, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membagikan 5,3 juta masker ke wilayah terdampak. Masker tersebut didistribusikan ke ibu kota provinsi dan kabupaten, termasuk untuk anak-anak.

“Udah kita bagikan. Kita bagi 5,3 juta masker. Ini masker-masker ini ada di ibu kota provinsi dan kabupaten. Bahkan ada di dinas kabupaten untuk anak-anak ini,” ungkap Dante.

Selain pembagian masker, Kemenkes melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Dante mengatakan, pihaknya mempunyai info nan diperbarui setiap hari dan diintegrasikan dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

“Kita melakukan penanganan, kita konsolidasi, kita punya info up to date setiap hari kita integrasikan dengan pusat krisis kesehatan di Kemenkes. Bantuan obat-obat, masker, dan akomodasi kesehatan, tenaga medis, terus kita kerahkan agar mereka tidak tambah parah,” jelas dia.

Lebih lanjut, Dante menjelaskan peningkatan ISPA akibat paparan udara jelek terjadi pada beragam golongan usia, termasuk anak usia sekolah dan orang dewasa.

“Campur-campur sih. Usia sekolah banyak juga. Dewasa banyak juga,” tuturnya.

Karena itu, Dante mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang buruk.

“Kalau ada paparan udaranya jelek, diharapkan untuk tidak keluar rumah,” kata Dante.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan