
Iran Bantah Klaim Trump soal Permintaan Gencatan Senjata (Reuters)
JAKARTA - Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal permintaan gencatan senjata. Bantahan itu dilontarkan pejabat senior Iran.
Al Jazeera melaporkan dari ibu kota Iran pada Rabu (1/4/2026), disebutkan seorang pejabat senior Iran telah menolak unggahan Trump di media sosial nan menyatakan bahwa, "Presiden Rezim Baru Iran… baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!"
"Pihak Iran membantah bahwa mereka telah meminta gencatan senjata apa pun," melansir Al Jazeera, Kamis (2/4/2026).
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump sebelumnya pada Rabu mengatakan bahwa pemerintahannya bakal mempertimbangkan permintaan gencatan senjata tersebut ketika Selat Hormuz "terbuka, bebas, dan jelas".
"Sampai saat itu, kita bakal menghancurkan Iran hingga musnah atau, seperti nan mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!" tulisnya.
Klaim Trump muncul hanya beberapa jam sebelum dia dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 9 malam waktu setempat di Washington, DC, padaRabu (01:00 GMT pada hari Kamis) untuk memberikan apa nan dikatakan Gedung Putih sebagai "pembaruan krusial tentang Iran".
Pemerintahan Trump menghadapi tekanan nan meningkat mengenai perang AS-Israel di Iran di tengah melonjaknya nilai daya dunia dan penentangan luas terhadap bentrok tersebut di kalangan publik AS.
Pada Senin, Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa nilai bakal "turun drastis" kapan pun AS memutuskan untuk mengakhiri perang. Sesuatu nan menurutnya dapat terjadi dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
Namun, ancaman pemimpin AS pada hari Rabu untuk terus "menghancurkan Iran" sampai Selat Hormuz dibuka kembali telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah perang bakal berhujung secepat nan diklaim Trump.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·