Menteri PPPA Buka Suara soal Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi buka bunyi soal ratusan senjata, narkotika, CD pornografi nan ditemukan di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Arifah menyampaikan prihatin atas temuan tersebut dan berambisi pihak sekolah dapat memastikan kondisi anak-anak tetap bisa belajar dengan baik dan aman.

"Kami prihatin atas temuan ini. Kami mau sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa kondusif belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus nan terjadi di sekolah mereka," ujar Arifah dalam keterangan resmi tertulis, Sabtu (8/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta semua pihak untuk menjaga privasi anak-anak dan tidak memberikan stigma akibat kasus maupun pemberitaan nan berkembang.

"Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan nan bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka tetap bisa belajar dengan nyaman," tuturnya.

Arifah pun mendorong pihak sekolah untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap ruangan dan akomodasi sekolah serta memperkuat pengawasan guna memastikan lingkungan pendidikan tetap kondusif dan mendukung tumbuh kembang anak.

Selain itu, dia meminta semua pihak menghormati proses penyelidikan dan tidak mendahului hasil pemeriksaan kepolisian.

"Kami menghormati proses penyelidikan nan sedang melangkah dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak bakal mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas," ungkap Arifah,

Arifah turut mengapresiasi pihak yayasan nan telah melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian.

"Kami juga mengapresiasi respons kepolisian dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Kami berambisi proses penyelidikan melangkah transparan dan akuntabel hingga tuntas," ujarnya.

Kementerian PPPA bakal terus berkoordinasi aktif dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau penanganan kasus serta memastikan aspek perlindungan anak tetap diperhatikan.

Arifah menyatakan sekolah dapat menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak dan menyediakan pendampingan psikososial bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun orang tua nan membutuhkan.

Menurutnya, pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua merupakan pilar krusial dalam mewujudkan satuan pendidikan nan ramah anak. Oleh lantaran itu, seluruh pihak perlu bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan nan kondusif dan mendukung pemenuhan kewenangan anak.

Sebelumnya, ratusan senjata ditemukan di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tepatnya di ruangan mantan ketua yayasan sekolah tersebut.

Kuasa norma pihak sekolah Hermawanto menyampaikan penemuan itu berasal ketika sejumlah orang memasuki ruangan tersebut lantaran hendak dipakai untuk kebutuhan siswa.

"Pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, nyaris satu bulan nan lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata nan lain," ujar Hermawanto kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (6/8).

[Gambas:Youtube]

Hermawanto menjelaskan pihaknya kembali membuka ruangan lain untuk kepentingan pembimbing dan sebagainya pada Rabu (5/8) malam. Saat itu, senjata api (senpi) hingga narkoba kembali ditemukan.

"Kemudian pada tadi malam, hari Rabu gitu ya, hari Rabu tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba, dan menemukan CD porno," jelasnya.

(fln/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional