
Ilustrasi.
JAKARTA - Iran telah mengusulkan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal ini diajukan Teheran untuk memecah kebuntuan dalam pembicaraan damai, demikian dilaporkan Axios, mengutip sejumlah sumber.
Seorang pejabat AS nan tidak disebutkan namanya dan dua sumber lain nan mengetahui masalah ini mengatakan kepada media tersebut bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut rencana tersebut selama kunjungan berturut-turut ke Islamabad. Ia memberi tahu para mediator dari Pakistan, Mesir, Turki, dan Qatar bahwa kepemimpinan Iran tidak mempunyai konsensus internal tentang langkah menangani tuntutan nuklir Washington.
AS sendiri telah bersikeras agar Iran membongkar program nuklirnya dan menyerahkan semua uranium nan telah diperkaya.
Proposal tersebut, nan disampaikan ke Gedung Putih melalui perantara Pakistan, dilaporkan berfokus pada perpanjangan gencatan senjata alias apalagi mengakhiri perang, serta mencabut blokade AS terhadap Selat Hormuz. Berdasarkan rencana nan dilaporkan, pembicaraan nuklir tidak bakal dimulai sampai blokade tersebut dicabut.
Program nuklir Iran telah lama menjadi pusat perselisihan antara Washington dan Teheran. Pemerintahan Obama memerlukan lebih dari dua tahun pembicaraan internasional intensif untuk menghasilkan kesepakatan nuklir krusial pada 2015, sebelum akhirnya Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan tersebut pada 2018.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·