Investasi Bertumbuh, Pemprov DKI Perkuat Kepercayaan dan Iklim Usaha

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong pertumbuhan investasi Jakarta melalui penguatan suasana upaya dan investasi melalui transparansi layanan, kemudahan perizinan, serta kepastian bagi para pelaku usaha.

Hasilnya, DKI Jakarta mencatatkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan Gubernur Pramono Anung pada Jakarta Investment Award (JIA) 2026 bertema "Investing in a Global, Green, and Resilient Jakarta" di Hotel The Westin Jakarta, Senin (14/9).

"Realisasi investasi Jakarta meningkat signifikan dari Rp103,3 triliun pada 2021 menjadi Rp270,9 triliun pada 2025. Hingga triwulan II 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp173,6 triliun alias berkontribusi 17,2 persen terhadap total investasi nasional. Pada periode nan sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen," kata Pramono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan bumi upaya terhadap Jakarta sebagai tempat berinvestasi dan mengembangkan usaha.

Untuk itu, Pemprov DKI terus melakukan pembenahan untuk menjadikan Jakarta kota nan semakin terbuka, kompetitif, dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Salah satunya, lewat reformasi pelayanan perizinan. Melalui Pergub Nomor 11 Tahun 2026, Pemprov DKI memberikan kepastian waktu penyelesaian sejumlah perizinan, termasuk Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), paling lama 15 hari.

Pramono menyatakan, upaya membangun Jakarta sebagai kota dunia dimulai dari pembenahan beragam perihal mendasar nan langsung dirasakan masyarakat dan bumi usaha.

"Sebagai gubernur, saya melakukan beragam terobosan untuk bisa mencapai 50 besar kota dunia dunia. Sebenarnya, kita menyelesaikan beragam perihal dari nan kecil," tuturnya.

Kemudian, pembangunan prasarana Jakarta juga semakin mengedepankan kerjasama dan kemitraan. Skema ini memungkinkan pembangunan kota tidak sepenuhnya berjuntai pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), nan membuka ruang partisipasi lebih luas bagi bumi usaha.

Pramono meyakini, kerjasama hanya dapat tumbuh di atas kepercayaan. Dalam perihal ini, Pemprov DKI terus mendorong tata kelola pemerintahan nan transparan, pelayanan publik nan pasti, serta kebijakan nan memberikan ruang bagi penemuan dan investasi.

"Kami berkomitmen untuk terus memastikan Jakarta menjadi rumah nan nyaman bagi seluruh pelaku upaya untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan kota," ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Pramono menyampaikan apresiasi kepada para pelaku upaya dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) nan dinilai turut memperkuat ekosistem investasi Jakarta melalui penyelenggaraan JIA 2026.

Ia mengingatkan, investasi nan masuk ke Jakarta kudu memberikan faedah luas, mulai dari pembuatan lapangan kerja, pengembangan inovasi, peningkatan kesejahteraan, hingga pembangunan nan berkepanjangan dan inklusif.

"Jakarta kudu betul-betul bersiap menjadi kota dunia nan hijau dan tangguh. nan tidak kalah krusial adalah membangun kepercayaan publik alias trust," kata Pramono.

Menyongsong 500 tahun Jakarta, Gubernur DKI membujuk seluruh pihak melanjutkan kerjasama untuk membangun kota nan aman, nyaman, terbuka, transparan, dan berkekuatan saing.

Pramono optimistis bahwa dengan support bumi usaha, akademisi, organisasi bisnis, dan masyarakat, Jakarta dapat terus berkembang sebagai tujuan investasi nan dipercaya dunia.

"Semoga penghargaan JIA 2026 ini menjadi motivasi bagi pelaku upaya untuk terus berinovasi, mengembangkan praktik upaya nan berkepanjangan dan berkekuatan saing, serta memperkuat kontribusi dalam mendorong kemajuan Jakarta," pungkas Gubernur Pramono.

(rea/rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional