Kapten Baturetno U-13, Adskhan Jarrar, kudu menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah kepalanya dihantam kaki pemain Mataram Utama dalam laga 6 Besar Piala Soeratin U-13 DIY di Stadion Dwi Windu Bantul, Kamis (20/8).
Insiden tersebut terjadi sekitar menit ke-65 ketika Baturetno tertinggal 0-2. Direktur Teknik Baturetno U-13, Yohanes Sidik Wijaya, mengatakan Adskhan saat itu berupaya mengontrol bola sebelum pemain Mataram Utama datang untuk merebutnya.
Menurut Yohanes, kaki pemain Mataram Utama terangkat hingga setinggi kepala Adskhan. Kaki tersebut kemudian mengenai kepala Adskhan. Setelah kejadian, wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Mataram Utama.
Pertandingan kemudian dilanjutkan hingga selesai dengan skor 2-0 untuk Mataram Utama.
Adskhan Jalani CT Scan dan Observasi
Setelah kejadian tersebut, Adskhan dibawa ke Jogja International Hospital (JIH). Yohanes mengatakan Adskhan telah menjalani CT scan dan hingga Jumat (21/8) tetap berada di rumah sakit untuk menjalani observasi.
Ia juga mempersoalkan keputusan wasit nan memberikan kartu kuning kepada pemain Mataram Utama. Yohanes mengatakan pihaknya menilai pelanggaran tersebut semestinya diganjar kartu merah.
“Kita tidak mempermasalahkan pelanggarannya. Mungkin dia loss control, tapi untuk nan wasit hanya memberikan kartu kuning. Itu nan kita jadikan masalah. Harusnya kan merah,” kata Yohanes saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (21/8).
Yohanes mengatakan pihaknya tidak mengetahui apakah pemain Mataram Utama kehilangan kontrol saat kejadian. Namun, dia menyebut tindakan tersebut terjadi dalam pertandingan nan melibatkan pemain usia muda.
Asprov PSSI DIY Tunggu Keputusan Komdis
Sekretaris Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoaji, mengatakan pihaknya tetap mengumpulkan beragam bahan untuk memastikan kronologi insiden. Bahan tersebut meliputi foto, video pertandingan, laporan pengawas pertandingan, serta info dari pembimbing Baturetno dan pihak mengenai lainnya.
Setelah seluruh bahan terkumpul, Asprov PSSI DIY bakal membawa kejadian tersebut ke sidang Komite Disiplin (Komdis). Keputusan mengenai hukuman tetap menunggu hasil sidang.
“Kami juga tetap tetap menunggu hasil sidang dari Komite Disiplin berangkaian dengan hasilnya,” ujar Wendy.
Wendy mengatakan Asprov PSSI DIY bakal menghormati keputusan nan nantinya dikeluarkan berasas bukti dan laporan pertandingan.
Mataram Utama Belum Beri Pernyataan
Pandangan Jogja telah meminta keterangan kepada Dany Wahyu selaku pembimbing teknik Mataram Utama mengenai kejadian tersebut. Namun, Dany memilih tidak memberikan pernyataan.
“Ngapunten mas saya tidak bisa memberikan statement,” kata Dany saat dihubungi Pandangan Jogja.
Sementara itu, Yohanes mengatakan manajemen Mataram Utama telah menghubungi Baturetno untuk berjumpa pada Jumat (21/8) pagi. Menurut dia, pertemuan tersebut direncanakan sebagai silaturahmi dan kemungkinan permohonan maaf dari pihak Mataram Utama.
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·