Ini Penyebab Lesunya IPO di BEI

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Ini Penyebab Lesunya IPO di BEI

Perlambatan pencatatan perusahaan publik alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Okezone.com/Aldhi Chandra)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kondisi ketidakpastian dunia berakibat pada perlambatan pencatatan perusahaan publik alias initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia berambisi pasar modal dapat menjadi pengganti bagi perusahaan dalam mencari pendanaan untuk melakukan ekspansi usaha.

Pada akhirnya, ekspansi tersebut diharapkan dapat berujung pada penyerapan tenaga kerja nan lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berambisi pasar modal bisa menjadi pengganti pencarian biaya dalam corak IPO. Saat ini, dengan ketidakpastian global, aktivitas IPO juga cukup tertekan,” ujarnya dalam konvensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4/2026).

Pada kesempatan itu, Airlangga juga mengatakan bahwa di tengah ketidakpastian global, pasar domestik menjadi salah satu alas bagi perekonomian nasional. Ia berambisi penanammodal domestik bisa menopang gejolak indeks saat biaya asing keluar dari pasar.

“Tentu keahlian domestic market ini menjadi shock absorber nan baik. Kami berambisi dengan reformasi pasar modal, integritas meningkat, dan pasar modal betul-betul menjadi mesin investasi berskala besar,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada kuartal I 2026 tidak ada perusahaan nan melakukan IPO. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kuartal I 2025. Mengutip laman idx.co.id, terdapat delapan perusahaan nan melantai di Bursa Efek Indonesia pada kuartal I 2025, antara lain YOII nan IPO pada 8 Januari 2025, serta KSIX, HGII, dan BRRC nan melantai pada 9 Januari 2025.

Kemudian pada 13 Januari, OBAT, CBDK, dan DGWG resmi tercatat di bursa. Selanjutnya pada Maret, IPO bersambung untuk emiten KAQI, MINE, dan YUPI.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com