Jakarta -
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan tujuh pengarahan strategis mengenai Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Apel Pembinaan ASN di Lingkungan Kemensos, di laman instansi Kemensos, Jakarta Pusat (Jakpus).
Didampingi Wakil Menteri Sosial RI (Wamensos) Agus Jabo Priyono, Gus Ipul menegaskan pengarahan tersebut ditujukan untuk memperkuat disiplin, efisiensi, integritas, serta pelayanan publik di lingkungan kementerian.
Arahan pertama, Gus Ipul meminta seluruh pegawai lebih selektif dalam memilih dan memberikan izin perjalanan dinas dengan berpegang pada prinsip kepatutan. Gus Ipul juga menyoroti tetap adanya keterlambatan pelaporan, termasuk laporan perjalanan dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadang-kadang pelaporannya terlambat. nan krusial saja tetap terlambat kita," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).
"Saya dilaporin oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), temuan-temuannya salah satunya itu banyak orang perjalanan dinas nan terlambat disampaikan," sambungnya.
Kedua, Kemensos mengoptimalkan penyelenggaraan rapat dan aktivitas kedinasan secara daring. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi kualitas jasa kepada masyarakat.
"Tentu jasa nan menyangkut dengan masyarakat kita bakal terus optimalkan," ujar Gus Ipul.
Ketiga, lanjut Gus Ipul, Kemensos tengah menyiapkan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor dan mengutamakan penggunaan kendaraan umum alias kendaraan listrik.
Menurut Gus Ipul, kebijakan tersebut direncanakan mulai diterapkan pada satu hari tertentu dalam seminggu sebagai corak keteladanan ASN dalam mendukung transportasi ramah lingkungan dan irit energi.
"Sehari menggunakan kendaraan umum, mobil listrik alias motor listrik. Atau sepeda," ujar Gus Ipul.
"Atau jalan kaki. Itu sehat juga," sambungnya.
Keempat, Gus Ipul mengingatkan pentingnya penggunaan daya secara bijak di lingkungan kerja, meliputi listrik, air, gas, dan akomodasi lainnya.
Pegawai diminta lebih peduli terhadap penggunaan akomodasi instansi agar tidak terjadi pemborosan.
"Kadang-kadang kita merasa nggak ikut bayar, pakai AC juga seenaknya pagi sampai malam, pada saat pulang lembur lupa matiin. Jadi gunakan daya secara bijak (yakni) air, listrik dan gas," kata Gus Ipul.
Kelima, Gus Ipul menegaskan larangan pertemuan dengan vendor di luar sistem pengadaan nan berlaku. Gus Ipul juga mengingatkan seluruh jejeran agar tidak menerima sesuatu di luar prosedur resmi demi menjaga integritas.
Langkah tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya Kemensos mewujudkan tata kelola nan bersih dan bebas korupsi.
Arahan keenam, Gus Ipul meminta untuk memperketat keamanan kantor, ruang rapat, dan identitas pegawai.
"Lewat security kita perketat, jangan-jangan banyak orang pake kartu identitas Kemensos rupanya bukan pegawai kita. Masuk kesini dan ke dalam," kata Gus Ipul.
Ketujuh, seluruh ketua satuan unit kerja diminta bertanggung jawab atas kedisiplinan dan keahlian pegawai di masing-masing lingkungan kerja.
Pada akhir apel Gus Ipul membujuk seluruh pegawai untuk mewujudkan aktivitas Indonesia Asri (aman, sehat, resik dan indah).
"Mari kita wujudkan Gerakan Indonesia Asri dari instansi kita sebagaimana pengarahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita buat instansi kita asri," kata Gus Ipul.
"Jaga (kebersihan) toilet-toilet kita, taman-taman kita, dan jaga kebersihan di ruangan kita masing-masing," tambahnya.
Sebagai informasi, apel tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos Robben Rico; Direktur Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial Supomo; Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin; Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih; seluruh jejeran pejabat tinggi serta ribuan pegawai Kemensos.
(akd/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·