
Ilustrasi weekend di rumah. (Foto: dok Magnific/pressfoto)
JAKARTA - Bagi banyak orang, akhir pekan nan ideal bukanlah agenda nan padat, tempat nan ramai, alias segudang rencana sosial. Akhir pekan mereka mungkin terlihat jauh lebih tenang: pagi nan santai, lingkungan nan tenang, dan menghabiskan waktu tanpa agenda nan mengikat.
Diam di rumah kadang dinilai sebagai langkah menghindari kehidupan luar. Padahal, bagi banyak orang, ini sekadar langkah mereka mengembalikan keseimbangan setelah seminggu penuh sibuk bekerja. Daya tariknya bukan selalu lantaran mau menyendiri, melainkan soal kenyamanan, kendali, dan punya ruang nan cukup untuk berpikir serta kembali pada rutinitas sehari-hari.
Melansir The Standard, inilah argumen sebagian orang lebih senang menghabiskan akhir pekan di rumah:
1. Memulihkan diri setelah sibuk bekerja
Setelah berhari-hari bekerja, menempuh perjalanan, dan terus-menerus mengambil keputusan, beberapa orang secara alami mencari ritme nan lebih lambat. Sebuah studi menyatakan bahwa melepaskan diri secara mental dari pikiran soal pekerjaan adalah kunci untuk memulihkan diri. Cara pemulihannya bisa lewat hal-hal biasa nan menenangkan, seperti tidur lebih lama, memasak makanan favorit, alias beres-beres kamar.
2. Rutinitas nan nyaman
Sebagian orang merasa lebih rileks jika waktu luangnya punya ritme nan bisa ditebak. Mereka menikmati rutinitas mini seperti pergi ke warung kopi nan sama, jalan santuy rutin, alias menonton serial favorit di hari Minggu. Rutinitas ini menciptakan ruang nan kondusif sehingga pikiran tidak perlu terus-terusan beradaptasi.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·