PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menjalin kerjasama strategis dengan INSA.(Dok. BKI)
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) alias BKI memperkuat komitmennya dalam meningkatkan standar keselamatan pelayaran wisata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemangku kepentingan industri maritim. Kesepakatan strategis ini dilakukan dalam rangkaian aktivitas INSA Yacht Festival (IYF) 2026 nan berjalan di Benoa, Bali, pada Rabu (12/8).
Kolaborasi ini melibatkan Indonesian National Shipowners' Association (INSA), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Fokus utama kerja sama ini mencakup pengembangan industri pelayaran melalui peningkatan keselamatan, kepantasan teknis, serta pengelolaan akibat maritim, khususnya di sektor pariwisata bahari.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama BKI R. Benny Susanto, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, dan Direktur Teknik PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Delil Khairat.
Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, menegaskan bahwa penguatan kegunaan pengelompokkan dan penerapan standar keselamatan merupakan fondasi krusial bagi ekosistem maritim nan berkelanjutan. Ia optimistis kerjasama ini bakal memberikan kontribusi nyata bagi bumi maritim Indonesia.
“Melalui kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, BKI optimistis bahwa penguatan kegunaan pengelompokkan dan penerapan standar keselamatan bakal menciptakan sektor pariwisata maritim nan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global,” ujar Benny.
Selain dengan asosiasi dan perusahaan asuransi, BKI juga memperluas kemitraan dengan menandatangani MoU berbareng PT Tringgading Agung Pratama, PT Wisata Biru Indonesia, dan PT Pelayaran Wisata Laut Varuna Sakti. Langkah ini bermaksud untuk memastikan setiap aspek operasional pelayaran wisata memenuhi standar teknis nan ketat.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan bisa mendorong terciptanya aktivitas pelayaran wisata nan lebih andal. Dengan standar keselamatan nan lebih kuat, industri pariwisata maritim nasional diproyeksikan dapat tumbuh lebih pesat dan memberikan rasa kondusif bagi para visitor domestik maupun mancanegara. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·