Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan sektor pariwisata di Indonesia telah menyerap banyak tenaga kerja Indonesia pada 2025.
Widyanti melaporkan sektor pariwisata telah menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja sepanjang 2025.
Hal ini menjadi nan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir, nan meliputi beragam lapisan ekosistem pariwisata mulai dari hotel, restoran, upaya perjalanan, destinasi, transportasi, kegiatan, ekonomi kreatif, hingga beragam aktivitas ekonomi nan tumbuh mengikuti pergerakan wisatawan.
"Jumlah tenaga kerja nan terserap sektor pariwisata pada 2025 merupakan nan terbesar ketiga setelah sektor pertanian dan perdagangan. Hal ini tentunya memberikan akibat alias kesempatan bagi masyarakat untuk berkarya, bekerja, dan memperoleh penghasilan di sektor pariwisata," ucap Menteri Pariwisata," kata Widyanti dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/10/2026).
Di sisi lain, kepercayaan bumi upaya terhadap sektor ini juga terus tumbuh. Investasi pariwisata pada 2025 mencapai Rp73,56 triliun dan terus tumbuh pada semester I-2026 sebesar Rp39,68 triliun.
Di enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, investasi pada semester I-2026 mencapai Rp1,4 triliun dan menciptakan 1.858 tenaga kerja baru. Lima KEK lain nan mempunyai aktivitas pariwisata mencatat investasi Rp4,5 triliun dan 1.621 tenaga kerja baru.
"Investasi tersebut bukan hanya berfaedah pembangunan hotel alias akomodasi baru. Di belakang investasi terdapat aktivitas usaha, kebutuhan terhadap peralatan dan jasa, serta kesempatan pembuatan pekerjaan," terang Widyanti.
Khusus di desa wisata, Kemenpar melaporkan tenaga kerja lokal kian bertambah, dari sebelumnya pad 2024 mencapai 3.234 pekerja, naim 53,34% menjadi 4.959 pekerja.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·