Jakarta -
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud) menerima kunjungan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, nan Mulia Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud. Pertemuan nan berjalan di instansi Kemenbud di Jakarta ini menjadi momentum krusial untuk semakin meningkatkan sinergi antara kedua negara, khususnya dalam memajukan pembangunan kebudayaan.
Pertemuan ini menegaskan kesamaan visi Indonesia dan Arab Saudi dalam menempatkan kebudayaan sebagai prioritas pembangunan nasional. Arab Saudi telah membentuk Kemenbud pada tahun 2018 dan menempatkan kebudayaan sebagai inti transformasi nasionalnya, sementara Indonesia membentuk Kemenbud sebagai lembaga tersendiri pada tahun 2024.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud), Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan mempunyai peran strategis sebagai soft power sekaligus kekuatan perekat di tengah dinamika dunia nan penuh tantangan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi nan telah terjalin selama 76 tahun tidak hanya dibangun melalui kerja sama diplomatik formal, tetapi juga berakar kuat pada kedekatan budaya dan nilai-nilai bersama. Fadli Zon juga menyampaikan tentang kekayaan budaya Indonesia.
"Indonesia adalah negara megadiversity, keragaman ini mencerminkan kekuatan budaya nan hidup dan terus berkembang dari masa ke masa," jelas Fadli Zon, dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melalui Kemenbud di kedua negara mendorong penguatan kemitraan melalui sejumlah agenda prioritas, meliputi: (1) kerja sama Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di UNESCO; (2) penguatan kerja sama museum; dan (3) penguatan ekonomi imajinatif melalui film, sastra, musik, fesyen, dan residensi.
Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud menyampaikan komitmennya untuk memperluas kerja sama kebudayaan. Ia menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap seluruh pendapat dan kesempatan kerjasama nan dapat dikembangkan bersama. Ke depan, peluang-peluang tersebut dapat dieksplorasi lebih lanjut secara lebih komprehensif dan bermakna.
Pertemuan ini turut mengangkat rumor kerja sama di tingkat dunia melalui UNESCO, khususnya mengenai ekstensi Warisan Budaya Takbenda Arabic Calligraphy: Knowledge, Skills, and Practices nan melibatkan Arab Saudi. Indonesia telah menyampaikan permohonan resmi melalui jalur diplomatik (Note Verbale) dan mengharapkan support Arab Saudi sebagai salah satu negara dalam komponen tersebut.
Di bagian pengelolaan museum dan warisan budaya, kedua negara memandang kesempatan besar untuk memperluas kerja sama, termasuk dalam konservasi, pertukaran kuratorial, digitalisasi koleksi, pengembangan pameran bersama, serta penguatan kapabilitas sumber daya manusia. Indonesia juga menyambut kesempatan kerja sama dengan beragam inisiatif baru Arab Saudi, seperti pengembangan situs-situs arkeologi.
Di sektor ekonomi kreatif, khususnya perfilman, kedua negara memandang potensi besar untuk memperluas kerjasama melalui koproduksi nan mengangkat tema sejarah nan relevan bagi kedua negara, pertukaran talenta, serta penguatan jejaring industri. Industri movie Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan signifikan dengan pangsa pasar domestik nan kuat, sekaligus membuka kesempatan investasi, termasuk dalam pengembangan prasarana bioskop.
Kerja sama Indonesia-Arab Saudi ini juga mencakup penguatan bagian kriya, fesyen, dan sastra, termasuk penguatan program residensi seniman, pertukaran budaya, serta pengembangan industri imajinatif berbasis tradisi. Indonesia memandang bahwa kekayaan kriya mempunyai potensi besar untuk dikembangkan melalui kerjasama internasional.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga mempunyai perhatian serius terhadap pengembangan museum, film, dan kriya. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga di Indonesia, termasuk Museum Nasional Indonesia untuk menjajaki kerja sama jangka panjang, seperti peminjaman koleksi dan pengembangan pameran bersama.
Diketahui, industri perfilman merupakan salah satu sektor dengan pertumbuhan nan pesat di Arab Saudi. Keterlibatan sektor swasta terus meningkat, didorong secara signifikan melalui beragam skema insentif.
Di sektor kriya, Arab Saudi mendorong partisipasi nan lebih luas dari Indonesia nan tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan kesempatan kerjasama nan lebih luas dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Dalam bagian literasi, Arab Saudi saat ini tengah mengembangkan standardisasi bahasa Arab melalui King Salman Language Center, serta menunjukkan kesukaan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama dalam translator dan alih wahana karya sastra antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab.
Dalam rangkaian pertemuan, Menteri Kerajaan Arab Saudi juga menyambangi Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Kedua menteri meninjau sejumlah ruang pameran nan menampilkan koleksi warisan budaya unggulan sebagai representasi kekayaan sejarah dan peradaban nusantara, di antaranya Pameran Sejarah Awal nan menampilkan narasi perjalanan Nusantara, mulai dari perkembangan pengetahuan bumi hingga kehidupan manusia purba, serta Pameran Misykat nan menyoroti jejak awal Islam Indonesia pada abad ke-7.
Usai peninjauan Museum Nasional, kedua menteri juga meninjau Galeri Nasional Indonesia. Lawatan tersebut menjadi momentum krusial untuk memperkenalkan sejarah seni Indonesia kepada tamu kenegaraan.
Fadli Zon beserta delegasi Kerajaan Arab Saudi meninjau sejumlah ruang pamer, seperti pameran Indonesian Women Artists #4 on the Map: Art, Science, Technology, and Culture nan menampilkan lanskap seni kontemporer karya 12 wanita Indonesia nan menekankan tema seni, sains dan teknologi.
Selain itu, turut mengunjungi pameran tetap koleksi Galeri Nasional Indonesia, di antaranya memandang lukisan karya Raden Saleh dan Affandi nan merepresentasikan khazanah budaya Indonesia sekaligus perjalanan sejarah seni rupa nusantara.
Melalui pertemuan ini, kedua negara sepakat untuk menindaklanjuti beragam kesempatan kerja sama nan telah dibahas, termasuk percepatan penerapan program bersama. Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak krusial dalam memperkuat peran kebudayaan sebagai jembatan dalam penguat hubungan Indonesia-Arab Saudi di masa depan.
Sebagai informasi, turut datang dalam kesempatan ini sejumlah delegasi Kerajaan Arab Saudi, ialah Assistant Minister of Culture, H.E. Rakan Ibrahim Altuoq; General Manager of International Cultural Relation, Abdullah Mohammed Alraddadi; Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, beserja jajaran. Turut Hadir mendampingi Menbud Fadli Zon ialah Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; beserta jejeran Kementerian Kebudayaan.
Lihat juga Video Dubes Arab Saudi Sambangi Megawati di Menteng, Bahas Apa?
(ega/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·