Feby Novalius
, Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |10:26 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 6,53% ke level 8.393,51. (Foto: Okezone.com/MPI)
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) diminta segera berkoordinasi dengan pengelola indeks dunia MSCI. Hal ini menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,53% ke level 8.393,51 pada perdagangan pagi ini, pasca pengumuman MSCI.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset, Nafan Aji Gusta Utama, sentimen negatif ini perlu diredam oleh BEI dan OJK. Sebab, sebelum pengumuman MSCI tadi malam, laju indeks saham sedang dalam kondisi uptrend.
Menurut Nafan, ada perbedaan standar kualifikasi setelah MSCI menyelesaikan konsultasi mengenai penilaian free float saham Indonesia.
Dalam proses itu, sebagian pelaku pasar dunia mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan. Namun, kebanyakan penanammodal justru menyampaikan kekhawatiran serius atas pengelompokkan pemegang saham dalam info KSEI.
"Menurut saya, mungkin belum memenuhi kualifikasi nan ditetapkan MSCI. Karena misal, standar MSCI dan KSEI itu agak berbeda. Jadi ya, jika terjadi perbedaan, penanammodal butuh transparansi. Investor dunia juga menuntut transparansi," ujarnya saat dihubungi Okezone.com, Rabu (28/1/2026).
Oleh lantaran itu, wajar saja jika MSCI menerapkan semacam pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks. Pengumuman ini pun menyebabkan capital outflow hingga puluhan triliun rupiah.
"Jadi jika kita mau ke depan market kondusif, kita lihat market bakal kondusif, perlu adanya koordinasi antara BEI, OJK, maupun juga MSCI. Karena MSCI juga berkoordinasi dengan IDX, diharapkan sentimen negatif bisa diredam," ujarnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka lesu pagi ini, Rabu (28/1/2026), dan terpantau mengalami koreksi tajam sebesar 6,53% ke level 8.393.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·