Pekerja mengawasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini 31 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di area hijau. IHSG menguat 49,77 poin alias 0,80 persen ke posisi 6.236,13, mengikuti tren positif kebanyakan bursa saham di area Asia.
Indeks golongan 45 saham unggulan alias LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 2,38 poin alias 0,38 persen ke level 621,24. Pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi info ekonomi Amerika Serikat (AS), kebijakan fiskal China, serta sentimen positif dari dalam negeri mengenai tata kelola anggaran dan kepemimpinan bank sentral.
Sentimen Global: Inflasi AS dan Stimulus China
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pelaku pasar merespons positif melandainya inflasi PCE AS Juni 2026 ke nomor 3,7 persen (yoy). Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS kuartal II-2026 nan melambat di level 1,5 persen (yoy) memicu spekulasi bahwa The Fed bakal menahan suku kembang pada September mendatang untuk memitigasi kelesuan ekonomi.
Dari Asia, hasil pertemuan Politbiro China memberikan kepastian mengenai support ekonomi melalui kebijakan fiskal nan terukur. Meski tidak meluncurkan stimulus besar-besaran, komitmen China untuk menstabilkan sektor properti dan mereformasi pasar modal memberikan ketenangan bagi penanammodal regional.
Faktor Domestik dan Kinerja Sektoral
Di dalam negeri, pasar merespons positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nan menegaskan bahwa pendanaan program makanan cuma-cuma tidak boleh memangkas anggaran pendidikan. Langkah ini dinilai memperkuat reformasi tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, sinyal penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif memberikan kepastian stabilitas kebijakan moneter.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor berhujung di area hijau. Sektor teknologi memimpin penguatan sebesar 2,42 persen, disusul sektor peralatan baku dan kesehatan nan masing-masing naik 2,30 persen.
| IHSG | 6.236,13 (+0,80%) |
| Indeks LQ45 | 621,24 (+0,38%) |
| Frekuensi Transaksi | 1.938.000 kali |
| Volume Saham | 31,52 miliar lembar |
| Nilai Transaksi | Rp18,24 triliun |
Statistik perdagangan menunjukkan sebanyak 455 saham mengalami kenaikan, 205 saham menurun, dan 303 saham stagnan. Saham top gainers hari ini meliputi IATA, SGRO, TALF, FPNI, dan OPMS. Sebaliknya, saham nan masuk jejeran top losers adalah HATM, ESTI, JSPT, GULA, dan STRK. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·