IHSG Berpeluang Terkoreksi, Investor Cermati Tekanan Jual Obligasi Global

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pengunjung memotret layar nan menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (3/9). IHSG ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.595,78 pada perdagangan Rabu (2/9).

Sideways merupakan kondisi saat nilai saham condong mendatar alias stagnan di dalam rentang terbatas dan tidak menunjukkan arah tren nan jelas, baik naik (bullish) maupun turun (bearish).

Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 6.550-6.650. Secara teknikal, IHSG tetap memperkuat di atas Moving Average (MA) 5 dan histogram MACD tetap berada di area positif.

“Diperkirakan IHSG bakal bergerak sideways pada kisaran 6,550-6,650. Namun jika breakdown dari level 6,550, diperkirakan bakal uji level di 6,500,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (3/9).

Dari sisi fundamental, tekanan jual di pasar obligasi dunia menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran penanammodal terhadap tingginya inflasi, potensi kenaikan suku bunga, serta tingginya beban utang.

Kemudian bentrok AS-Iran nan juga kembali memanas memicu kenaikan nilai minyak. Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran bakal inflasi.

“Investor dunia mengantisipasi kenaikan suku kembang the Fed, Bank of Japan dan European Central Bank pada bulan ini. Investor dunia di bursa saham memasuki mode risk-off, di mana penanammodal bakal condong mengalihkan asetnya ke pengganti investasi nan dianggap lebih rendah risikonya,” tambah riset tersebut.

Sementara itu, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp 17.763 per dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9). Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan melemahnya kebanyakan mata duit Asia.

Analis MNC Sekuritas memandang IHSG terkoreksi 0,06 persen ke level 6.595 pada perdagangan Rabu (2/9) dan disertai dengan munculnya tekanan jual.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c), sehingga terdapat kesempatan lanjutan penguatan untuk menguji 6,635-6,666 sekaligus menguji area gap nan terbentuk beberapa waktu lalu,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (3/9).

MNC Sekuritas merekomendasikan saham ARCI, BBRI, BRMS, dan BRPT untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (3/9).

-

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual suatu produk investasi tertentu.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan