Pembatasan Pertalite bagi Desil 9 dan 10, amp;nbsp;Airlangga: Mengacu Jenis Kendaraanamp;nbsp;

Sedang Trending 17 menit yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |20:43 WIB

 Mengacu Jenis Kendaraan 

Pembatasan Pertalite bagi Desil 9 dan 10,  Airlangga: Mengacu Jenis Kendaraan (Foto: Pertamina Patra Niaga)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons wacana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite bagi golongan masyarakat berpenghasilan atas nan masuk dalam kategori desil 9 dan 10. 

Pemerintah memastikan skema pembatasan subsidi daya tersebut bakal diselaraskan dengan kriteria jenis kendaraan bermotor nan digunakan masyarakat.

Kendati demikian, penataan skema penyaluran subsidi terus dievaluasi agar shopping fiskal negara tidak dinikmati oleh kalangan nan mempunyai keahlian ekonomi tinggi.

"Subsidi daya kan sudah diberikan dan terhadap Pertalite maupun Biodiesel tidak naik sehingga menjadi akses bagi masyarakat. Namun, penyalurannya diprioritaskan kepada jenis mobil-mobil tertentu," ujar Airlangga saat ditemui di instansi Kemenko Perekonomian, Jumat (21/8/2026). 

Berdasarkan penetapan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), tingkat kesejahteraan masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 fraksi alias desil. Desil 1 mewakili 10 persen golongan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, sedangkan desil 9 dan 10 merupakan kategori masyarakat pada strata ekonomi teratas alias 20 persen paling sejahtera.

Dalam rencana penataan subsidi energi, pemerintah mengkaji pengetatan akses BBM penugasan Pertalite agar golongan desil 9 dan 10 beranjak ke BBM nonsubsidi. Langkah ini ditujukan untuk mengendalikan konsumsi kuota BBM nasional serta memastikan anggaran kompensasi daya ratusan triliun rupiah mengalir tepat sasaran kepada masyarakat rentan dan berpenghasilan menengah ke bawah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑