BNPB melaporkan banjir dan karhutla mendominasi musibah di Indonesia. Banjir di Tapanuli Tengah dan Padang memaksa penduduk mengungsi serta memicu evakuasi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan selama periode Senin (3/8) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (4/8/2026) pukul 07.00 WIB, musibah nan melanda wilayah RI didominasi banjir dan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). BNPB mengingatan, perlunya penanganan terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan beragam lembaga terkait. Juga, mengimbau pemerintah wilayah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat nan berisiko memicu banjir. (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)
Salah satu musibah nan menjadi perhatian terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat nan disertai petir dan angin kencang menyebabkan tanggul Sungai Silaga-laga jebol pada Senin sekitar pukul 10.30 WIB. Meluapnya Sungai Aek Silaga-laga kemudian memicu banjir nan merendam Kelurahan Sipange dan Hutanabolon di Kecamatan Tukka serta Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri. (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)
Akibat banjir tersebut, sebanyak 50 kepala family alias sekitar 150 jiwa mengungsi, sementara sekitar 50 rumah terdampak. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah mendirikan tenda pengungsian di Lingkungan II, Kelurahan Hutanabolon, sedangkan penduduk nan mengalami trauma dievakuasi ke Gereja HKI Lama. Pendataan korban maupun kerusakan tetap terus dilakukan oleh petugas di lapangan. (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)
Pemerintah wilayah berbareng BNPB memperkuat penanganan darurat melalui asesmen, kaji cepat, dan koordinasi lintas instansi. Penanganan musibah ini juga merujuk pada Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 511/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Kedua Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor nan bertindak mulai 29 Juni hingga 25 Desember 2026. BNPB juga memantau normalisasi Sungai Sigala-gala serta pembangunan tanggul menggunakan jumbo bag di area terdampak. (Dok. BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah)
Upaya penanganan bakal dilanjutkan dengan rapat koordinasi, pendampingan manajemen arsip Pra Hibah Bantuan Logistik dan Peralatan, serta monitoring pekerjaan perkuatan tebing sungai sepanjang sekitar 400 meter. Hingga saat ini, pembangunan tanggul telah mencapai 47 jumbo bag. Ke depan, BNPB menargetkan penyusunan sekitar 1.000 jumbo bag dan menyiapkan tambahan 4.000 jumbo bag nan bakal didatangkan dari Kabupaten Luwu setelah proses koordinasi selesai. (Dok. BPBD Kota Padang)
Di sisi lain, banjir juga melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kota tersebut sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB pada Senin. Banjir merendam area di Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung. Hingga kini, BPBD Kota Padang tetap melakukan pendataan korban dan kerugian, sementara dari pantauan di lapangan banjir menghanyutkan sejumlah kendaraan nan berada di jalan. (Dok. BPBD Kota Padang)
BPBD Kota Padang berbareng organisasi perangkat wilayah mengenai telah mengevakuasi penduduk menggunakan perahu polietilen ke letak nan lebih aman. Hingga Senin malam, banjir di sejumlah titik tetap belum surut lantaran hujan tetap mengguyur sebagian wilayah terdampak. Proses evakuasi, kaji cepat, dan pendataan akibat musibah terus dilakukan untuk mendukung penanganan lanjutan. (Dok. BPBD Kota Padang)
Sementara, BMKG mencatat, di tengah kondisi kering, pada periode 30 Juli–2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Aceh sebesar 164,3 mm/hari, Sumatra Utara 144 mm/hari, Sumatra Barat 102,5 mm/hari, Kepulauan Riau 97 mm/hari, dan Kalimantan Utara 59 mm/hari. Kondisi tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif nan mengindikasikan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah. (Dok. BPBD Kota Padang)
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·