KDM Tanggapi PHK Industri Garmen di Cimahi: Lapangan Kerja di Jabar Masih Banyak

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling For Surveilance (MCSP) di Kantor BPSDM Jawa Barat, Selasa (4/7/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri garmen merupakan persoalan nan kerap terjadi pada sektor padat karya. Meski demikian, dia memastikan kesempatan kerja di Jawa Barat tetap terbuka lebar seiring berkembangnya area industri baru.

Hal itu disampaikan Dedi saat menanggapi pertanyaan mengenai PHK di salah satu perusahaan garmen di Cimahi. Dalam video nan viral, terlihat para tenaga kerja menangis dan berpelukan lantaran di-PHK secara massal.

"Garmen itu selalu problem. Perusahaan-perusahaan padat karya itu memang secara umum begitu," kata Dedi usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Surveillance (MCSP) di Kantor BPSDM Jawa Barat, Bandung, Selasa (4/8).

Menurutnya, perusahaan padat karya condong beranjak ke wilayah dengan biaya produksi nan lebih rendah ketika biaya operasional di suatu wilayah meningkat.

"Kalau dia sudah naik, kemudian ada tempat lain nan lebih murah tempat berdirinya, biasanya pindah," ujar eks Bupati Purwakarta ini.

Meski demikian, Dedi memastikan tetap banyak perusahaan nan membuka rekrutmen tenaga kerja di beragam wilayah Jawa Barat, terutama di sektor dasar kaki, sepatu, dan garmen.

"Sangat banyak. Hari ini industri-industri mulai tumbuh, area industri mulai tumbuh," kata politikus Gerindra ini.

Ia menyebut kesempatan kerja sekarang banyak tersedia di Kabupaten Indramayu, Majalengka, hingga Garut nan menjadi tujuan baru investasi industri padat karya.

"Di Majalengka, Indramayu itu banyak. Puluhan ribu di sektor industri sepatu, dasar kaki, garmen," tutur Dedi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan