Air di Waduk Hilang-Kepala BMKG Minta Isi Bendungan, Sorot PLTS dan PLTB

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kejadian El Nino berpotensi mengganggu sektor energi, khususnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA), akibat menurunnya debit air di waduk selama musim kemarau.

Untuk mengantisipasi akibat tersebut, BMKG telah berkoordinasi dengan beragam kementerian dan lembaga, termasuk melakukan operasi modifikasi cuaca guna menjaga pasokan air di bendungan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, tidak semua sektor daya terdampak negatif oleh El Nino. Menurutnya, musim tandus justru dapat menguntungkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan angin (PLTB/ pembangkit listrik tenaga bayu alias angin)).

Namun, kondisi berbeda terjadi pada pembangkit listrik nan mengandalkan kesiapan air.

"Kalau daya mengenai dengan daya surya dan daya angin, ini mestinya di musim tandus bakal lebih baik, tapi daya dari sumber daya air ini nan perlu (dapat perhatian)," kata Faisal dalam konvensi pers di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Faisal juga mengatakan, berkurangnya curah hujan selama El Nino berpotensi menurunkan debit air di PLTA sehingga memengaruhi pasokan listrik.

Ia menjelaskan, El Nino merupakan kejadian suasana dunia nan ditandai pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuatorial bagian tengah hingga timur. Ketika bertepatan dengan musim kemarau, kejadian tersebut menyebabkan curah hujan berkurang sehingga musim tandus menjadi lebih kering dan lebih panjang. 

Faisal menambahkan, akibat El Nino bakal paling terasa pada Agustus hingga September, ketika curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Wilayah nan paling terdampak berada di selatan garis khatulistiwa, meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Pulau Jawa terutama wilayah pesisir, Sumatra bagian selatan, hingga Papua Selatan.

"Sektor energi, debit air di PLTA dapat berkurang sehingga memengaruhi pasokan listrik. Ini juga kita lakukan dengan pengisian waduk," ujarnya.

Untuk mengurangi akibat tersebut, BMKG berbareng Kementerian Pekerjaan Umum telah melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengisi waduk nan mengalami kekeringan.

"Kita langsung berkoordinasi dengan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, untuk mengisi 240 waduk di Indonesia. Bukan semuanya tapi nan mengalami kekeringan nan paling parah ya," tutur dia.

Menjelaskan lebih lanjut, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan, berkurangnya curah hujan akibat El Nino membikin pasokan air ke waduk ikut menurun. Padahal, waduk mempunyai peran krusial sebagai sumber air baku, irigasi, sekaligus pemasok air bagi pembangkit listrik tenaga air.

"Ya jadi waduk-waduk di Indonesia itu memang umumnya selain untuk keperluan air baku, pertanian, untuk PLTA ya. Maka kami telah melakukan operasi modifikasi cuaca untuk pengisian waduk nan salah satunya untuk PLTA itu ada pernah di Danau Toba, juga di Poso Energy di Sulawesi," ujar Seto dalam kesempatan nan sama.

"Hari ini kami sedang melaksanakan operasi di DAS Citarum Jawa Barat ya, agar pasokan energi, air dan pertanian itu bisa terjaga dengan baik," lanjut dia.

Menurutnya, operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah mitigasi nan dilakukan BMKG berbareng para pemangku kepentingan untuk menjaga pasokan air di waduk, agar tetap bisa mendukung kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan pasokan listrik dari PLTA selama periode El Nino.

 Dasarian III Juli 2026). (Dok. BMKG)Monitoring Hari Tanpa Hujan (Pemutakhiran: Dasarian III Juli 2026). (Dok. BMKG) Foto: Monitoring Hari Tanpa Hujan (Pemutakhiran: Dasarian III Juli 2026). (Dok. BMKG)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News