Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran nan disebut dimediasi oleh Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi.
Ia berambisi seluruh pihak konsisten menjalankan kesepakatan nan telah dicapai agar stabilitas area dan perekonomian dunia dapat segera pulih.
Menurut HNW, perdamaian tersebut perlu dikawal secara serius agar tidak terganggu oleh beragam manuver nan berpotensi memicu ketegangan baru di area Timur Tengah.
“Kita tentu berterima kasih dan mengapresiasi tinggi prakarsa Pakistan, Qatar, dan Arab Saudi nan efektif bergerak sehingga naskah perdamaian bisa disetujui dan ditandatangani, meski terus berupaya ‘dirusak’ oleh Israel dengan manuvernya nan tetap tak henti menyerang Lebanon. Sikap Amerika Serikat juga sangat baik jika tidak hanya mengkritisi laku Israel tersebut, tetapi betul-betul menghentikannya demi tercapainya perdamaian dan terhindarkannya dunia, termasuk AS, dari krisis politik dan ekonomi,” ujar HNW melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/6).
Minta Kesepakatan Dikawal
HNW berambisi semua pihak aktif mengingatkan para pihak nan terlibat agar menjalankan isi kesepakatan secara konsisten.
“Jangan malah seperti Israel nan tetap terus melanggar gencatan senjata dengan terus melakukan tindakan militer dan melarang masuknya support kemanusiaan ke Gaza, padahal mereka sudah menyetujui perdamaian, agar perdamaian dan stabilitas area nan diinginkan oleh AS dan masyarakat bumi bisa betul-betul terwujud,” ujarnya.
Menurut dia, berakhirnya bentrok juga diharapkan berakibat positif terhadap kondisi ekonomi global, termasuk melalui normalisasi jalur perdagangan dan pengedaran daya dunia.
“Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, krusial juga agar nilai minyak bumi segera turun nan selama ini sangat membebani banyak negara, termasuk Indonesia,” ujarnya.
Minta Dunia Kembali Fokus ke Palestina
Meski menyambut baik upaya perdamaian tersebut, HNW menegaskan perhatian bumi tidak boleh teralihkan dari bentrok di Gaza dan Palestina.
Ia menilai penghentian bentrok nan melibatkan AS dan Iran semestinya menjadi momentum untuk kembali mendorong penerapan beragam kesepakatan gencatan senjata nan berangkaian dengan Gaza.
“Memang Gaza/Palestina tidak disebut dalam perjanjian tersebut, tetapi krusial diingatkan, dengan berhentinya perang AS versus Iran itu maka perjanjian tenteram nan menghentikan tragedi di Gaza/Palestina krusial segera diwujudkan juga, lantaran selama terjadinya perang AS dan Iran, Israel malah memanfaatkan kondisi beralihnya perhatian bumi itu untuk tidak melaksanakan kesepakatan gencatan senjata,” ujarnya.
“Israel justru semakin sadis melakukan kejahatan atas Gaza dan memperluas kejahatannya di Tepi Barat (West Bank) dan Masjid Al-Aqsa. Ini kudu kembali menjadi titik sentral perhatian bumi agar terciptalah stabilitas area dan hadirlah perdamaian dengan kemerdekaan Palestina,” sambungnya.
HNW berambisi pemerintah Indonesia tetap aktif menjalankan politik luar negeri nan mendukung perdamaian bumi dan kemerdekaan Palestina.
“Pemerintah Indonesia juga bisa terus memainkan peran krusial politik luar negerinya untuk terciptanya perdamaian bumi dan merdekanya Palestina, di samping tetap konsentrasi mengatasi masalah-masalah domestik di Indonesia,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·