PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memulai aktivitas pengiriman puluhan ribu unit truk untuk kebutuhan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) nan diselenggarakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan mengatakan setelah perusahaan menimbang keahlian dan kapabilitas produksi nan ada, Hino akhirnya menyanggupi pemesanan truk sebanyak 10 ribu unit.
"Kalau pengadaannya itu memang kudu lokal, kita TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) itu sudah 70 persen. Kita bakal suplai 10 ribu unit untuk truk Dutro HD dan HDX," buka Susilo ditemui di Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dirinya mengapresiasi program pemerintah tersebut nan secara langsung turut mendukung industri otomotif lokal. Selain itu, disebutnya Hino siap memastikan jasa purna jual untuk unit-unit truk operasional tersebut.
"Hino merasa sangat bangga bisa dipercaya untuk ikut berkontribusi dalam program pemerintah nan sangat baik ini," tutur Susilo.
Sebelumnya, jenama Jepang ini sempat terkejut dengan jumlah pemesanan nan diminta oleh Agrinas mencapai 80 ribu unit untuk kendaraan komersial kelas light duty truck (LDT) sepanjang tahun ini.
Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head PT HMSI, Wibowo Santoso menyebut nomor tersebut apalagi melampaui total pasar truk nasional dalam kondisi normal nan biasanya berada kisaran 60 ribu unit per tahun untuk seluruh merek.
"Satu tahun market kita paling 60 ribu semua merek. Ini tiba-tiba minta 80 ribu, kan butuh waktu semua merek bersiap juga," ujar Wibowo saat ditemui di diler Hino, Jakarta Timur pada Februari kemarin.
Menurutnya, prinsipal di Jepang sempat terkejut dengan volume permintaan sebesar itu dalam waktu singkat. Produksi truk tidak hanya berjuntai pada perakitan di dalam negeri, tetapi juga melibatkan rantai pasok komponen lokal dan impor nan kudu melangkah selaras.
"Kaget sekali, makanya kita terus terang cukup struggling juga untuk meminta kenaikan (produksi). Karena komponen kita nyaris 45 persen lokal, 55 persen dari luar. Semuanya kudu sinkron, di Jepang naik, di Indonesia juga kudu naik," terangnya.
Ia menambahkan, untuk menyesuaikan kapabilitas produksi dari kondisi normal menuju tambahan puluhan ribu unit, industri memerlukan waktu persiapan nan tidak sebentar. Secara ideal, peningkatan produksi dalam skala besar seperti itu bisa menyantap waktu hingga dua tahun.
Selain Hino, segmen LDT juga digarap oleh beberapa merek lain nan telah mempunyai pedoman produksi alias pengedaran di Indonesia. Mitsubishi Fuso disebut mendapat porsi sekitar 20.600 unit, Foton sebanyak 13.500 unit, serta Isuzu sekitar 900 unit.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·